Waspada Happy Hypoxia! Gejala Baru Covid-19 yang Diam-Diam Mematikan

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 26 Agustus 2020 07:12
Waspada Happy Hypoxia! Gejala Baru Covid-19 yang Diam-Diam Mematikan
Diam-diam mematikan.

Dream – Semakin banyak fakta baru terungkap tentang Covid-19. Penemuan yang paling baru adalah happy hypoxia yang merupakan gejala baru Covid-19.

Gejala happy hypoxia muncul di saat kadar oksigen di tubuh menurun drastis. Orang yang mengalami hypoxia ini akan mengalami gejala sesak napas, batuk-batuk, jantung berdetak cepat, serta napas berbunyi.

Gejala happy hypoxia itu seringkali tidak muncul, sehingga orang-orang tetap berkegiatan seperti biasa padahal organ-organ vital di tubuhnya sudah mengalami kerusakan perlahan karena kekurangan oksigen.

Dilansir oleh SehatQ, happy hypoxia sangatlah berbahaya karena bisa menganggu kerja organ-organ tubuh mulai dari paru-paru hingga kerusakan hati dan otak.

Happy hypoxia dalam kondisi yang parah bisa menyebabkan kematian akibat kegagalan organ dalam.

1 dari 5 halaman

Menyebabkan Kegagalan Organ

Ilustrasi© freepik.com

Gejala ini memang tidak terlihat, bahkan penderitanya terlihat seperti orang yang sehat. Tapi penderitanya mengalami kegagalan organ karena kekurangan oksigen.

Kebutuhan oksigen bagi tubuh sangatlah penting. Sel-sel di dalam tubuh kita selalu memerlukan oksigen. Sel-sel tubuh memerlukan oksigen untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Jika tubuh kekurangan oksigen maka yang terjadi adalah gagal organ.

Kegagalan organ tubuh menunjukkan matinya jaringan di organ tersebut, seperti otak, paru-paru, dan hati yang tidak lagi berfungsi.

2 dari 5 halaman

Mematikan Secara Diam-Diam

Ilustrasi© freepik.com

Gejala hypoxia yang bukan disebabkan Covid-19, orang yang mengalaminya akan menunjukkan gejala yang jelas seperti sesak napas, keringat dingin, dan jantung berdebar cepat atau justru sangat lambat.

Jika gejala jelas terlihat, maka akan bisa segera ditangani sebelum kadar oksigen di dalam tubuh menurun drastis, sehingga kerusakan jaringan organ bisa dicegah.

Namun hal ini berbeda dengan orang yang mengalami hypoxia yang disebabkan oleh Covid-19. Sebab hypoxia yang dialami bisa tanpa gejala, sehingga disebut happy hypoxia. Kadar oksigen akan tetap menurun dan perlahan organ-organ vitalnya akan mengalami kerusakan parah karena kekurangan oksigen.

Kondisi inilah yang bisa membuat pasien meninggal dunia, padahal sebelumnya mereka terlihat sehat dan biasa-biasa saja.

3 dari 5 halaman

Penyebab Happy Hypoxia Bagi Pasien Covid-19

Ilustrasi© freepik.com

Oksigen yang diperlukan tubuh normalnya adalah 95 hingga 100 persen. Jika oksigen di tubuh kurang dari jumlah tersebut, maka akan muncul gejala gejala hypoxia.

Sedangkan pada penderita Covid-19 yang terkena happy hypoxia memiliki kadar oksigen hingga tinggal 50 persen. Lebih parahnya mereka tidak merasakan gejalanya dengan jelas.

Beberapa orang masih bisa berkegiatan seperti biasa sebelum akhirnya mereka dirawat di rumah sakit dengan ventilator sebagai alat bantu pernapasan.

Berdasarkan penelitian para ahli, berikut akan dijelaskan beberapa hal yang mungkin bisa menjadi penyebab happy hypoxia pada pasien Covid-19:

4 dari 5 halaman

Rendahnya Kadar Oksigen

Ilustrasi© freepik.com

Pasien hypoxia yang bukan Covid-19 akan mengalami penurunan kadar oksigen namun tidak diikuti dengan berkurangnya karbon dioksida di dalam tubuh. Sehingga tubuh bisa cepat menangkap sinyal bahwa telah terjadi ketidakseimbangan fungsi organ tubuh.

Sedangkan pada kasus happy hypoxia pada pasien Covid-19, berkurangnya kadar oksigen yang signifikan disertai dengan turunnya kadar karbon dioksida di dalam tubuh. Sehingga tubuh merasa bahwa kondisi ini wajar, padahal sebenarnya sedang terjadi gangguan mendasar.

5 dari 5 halaman

Covid-19 Merusak Otak

Ilustrasi© freepik.com

Penyebab happy hypoxia yang kedua adalah virus corona penyebab Covid-19 merusak bagian otak yang seharusnya merespon hypoxia. Sehingga otak tidak bisa mendeteksi bahwa sebenarnya  tubuh sedang mengalami kekurangan oksigen.

Otak baru akan merespon ketika kadar oksigen sudah sangat rendah dan barulah menunjukkan gejala seperti sesak napas. Gejala ini pelru diwaspadai selama masa pandemic, sebab kondisi ini ternyata sudah menyumbang banyak angka kematian akibat Covid-19.

Orang yang tidak memiliki gejala pun bisa saja positif dan menularkan virusnya ke banyak orang. Di saat tanpa gejala, seseorang juga bisa mengalami happy hypoxia yang membuat tubuh terasa baik-baik saja, padahal organ penting di dalamnya mengalami kerusakan.

Beri Komentar