Waspada, Inilah Dampak Negatif Saat Tidur Bersama Kucing

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 12 Oktober 2020 19:12
Waspada, Inilah Dampak Negatif Saat Tidur Bersama Kucing
Apasaja?

Dream – Kucing menjadi salah satu binatang peliharaan yang disukai banyak orang. Bahkan tak sedikit para pemilik mengajak kucing mereka tidur bersama di ranjang.

Dengkuran kucing yang khas dan mengeluarkan ritme beraturan dapat membuat tidur menjadi lebih tenang.

Kedekatan seseorang dengan kucing akan memberikan rasa aman baik secara emosional maupun fisik. Bahkan stres yang dialami setelah seharian beraktivitas akan berkurang karena tidur bersama kucing.

Namun, tahukah kamu jika tidur bersama kucing juga berpengaruh buruk pada kualitas tidur seseorang.  Kucing adalah binatang noktural. Artinya hewan yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari. Berkebalikan dengan siklus tidur pada manusia.

Lalu apasaja dampak negatif lain tidur bersama kucing yang perlu diantisipasi? Berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

Potensi alergi

Ilustrasi© Pixabay.com

Kucing adalah salah satu binatang berbulu. Bulu kucing dapat menjadi tempat hinggapnya kutu. Sangat mungkin kutu ini berpindah dan menggigit sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Untuk itu sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan kucing. Baik dengan cara memandikannya atau pun menyisir bulu-bulu kucing. Agar kutu-kutu tersebut tidak menjadi masalah bagi kucing dan sang pemilik.

2 dari 4 halaman

Tidak aman untuk bayi

Ilustrasi© Pixabay.com

Usahakan untuk tidak membiarkan kucing tidur bersama bayi. Karena selalu ada kemungkinan kucing tanpa sengaja membuat bayi kesulitan bernapas. Seperti bila kucing berbaring diwajah atau dada bayi.

Selain itu, bila kucing kaget dengan suara bayi, bisa saja kucing tersebut mencakar atau menggigitnya. Bila bayi terluka akibat cakaran atau gigitan kucing, dapat menjadi celah bagi penularan penyakit.

3 dari 4 halaman

Tertular penyakit kucing

Ilustrasi© Pixabay.com

Bila kucing menunjukkan gejala sakit, sebaiknya hindari untuk tidur bersama kucing. Usahakan untuk menjaga jarak dan segera membawa hewan berbulu tersebut ke dokter.

Terlebih bila muncul gejala seperti seperti kerontokan bulu, ruam di kulit, bersin, batuk, mual, diare, hingga tampak lesu. Karena masalah kesehatan kucing tak hanya mengancam dirinya saja, tapi bisa juga menular pada manusia.

4 dari 4 halaman

Kucing adalah hewan teritori

Ilustrasi© Pixabay.com

Kucing adalah hewan yang memiliki insting teritori. Menyebabkan ia dapat menentukan dominasi berdasarkan wilayah teritorinya.

Apabila sering berada di kamar tidur sang pemilik, akan muncul rasa menguasai teritori itu. Ketika ada orang asing yang masuk ke kamar tidur, mungkin saja akan muncul rasa gelisah. Bukan tidak mungkin, rasa gelisah ini akan membuat kucing berlaku agresif seperti menyerang orang asing itu.

Ketika seseorang berkomitmen untuk merawat kucing, bukan hanya masalah makanan dan tempat tinggal saja yang perlu diperhatikan. Namun juga terkait kesehatannya.

Kucing harus diberikan vaksinasi hingga diperiksa kesehatannya secara berkala demi mengurangi risiko penularan penyakit.

(Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar