Waspada Kelaparan Tersembunyi, Apa Tandanya?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 26 Januari 2021 19:42
Waspada Kelaparan Tersembunyi, Apa Tandanya?
Sekitar 20-40 persen masyarakat di Indonesia mengalami kekurangan zat gizi mikro.

Dream - Pemenuhan gizi menjadi isu utama penyebab stunting. Salah satu masalah nutrisi pada sebagian masyarakat Indonesia saat ini, rendahnya pemenuhan zat gizi mikro yang berujung hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

Data Global Hunger Index pada 2020 menunjukkan, Indonesia berada pada posisi 70 dari 107 negara dan sekitar 20-40 persen masyarakat di Indonesia mengalami kekurangan zat gizi mikro.

Konsumsi buah dan sayur yang kurang, menyebabkan rendahnya pemenuhan zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Mutu Gizi Kementerian Kesehatan, dr. Hera Nurlita, dalam konfrensi virtual Lezatnya Royco baru dengan Garam Beriodium untuk #BantuTumbuhSesuai, Senin 25 Januari 2021.

1 dari 4 halaman

Pentingnya Konsumsi Buah & Sayur

Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang berperan membantu proses metabolisme tubuh. Seperti membantu produksi energi, memelihara dan merawat jaringan tubuh, membantu tumbuh kembang anak.

Begitu menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof. Dodik Briawan.

Kekurangan asupan dua bahan pangan ini, bisa menempatkan seseorang, baik itu balita maupun dewasa, berada dalam kondisi kelaparan tersembunyi.

" Hidden hunger ini berbeda dengan kelaparan biasa yang biasanya dikenali dengan tubuh kurus, perut buncit (ini kelaparan yang kentara). Ibu-ibu tidak tahu anaknya cepat sakit, tumbuhnya tidak bisa optimal, prestasi akademik tidak bagus, ini ciri hidden hunger," kata Dodik.

Di sisi lain, anemia juga bisa menjadi penyebab munculnya kelaparan tersembunyi. Data menunjukkan anemia defisiensi zat besi di Indonesia mencapai 30 persen dan pada ibu hamil jumlahnya 50 persen.

" Apabila seseorang kekurangan zat besi, vitamin A, dan yodium bisa menurunkan PDB sekitar 5 persen dari PDB nasional. Dampak lainnya, selain ekonomi, IQ lost dan dampak jangka panjang lainnya," tutur Dodik.

2 dari 4 halaman

Cegah Hidden Hunger

Penyusunan menu makanan mingguan sesuai panduan Kemenkes " Isi Piringku" bisa menjadi solusi, yakni 1/3 piring berisi karbohidrat misalnya nasi, kentang atau jagung, 1/3 piring berikutnya berisi sayuran dengan beragam warna (agar mikronutrien semakin banyak) dan 1/3 sisanya untuk lauk pauk misalnya protein hewani dan nabati; lemak dan buah.

" Lauk bisa dicampur misalnya pagi telur, siang ikan, besok diganti lagi dengan ayam, tahu dan tempe. Jadi komposisi gizi seimbangnya dapat. Tidak harus mahal ya," kata Diana.

Dia menyarankan menyajikan makanan segar setiap harinya. Namun ada beberapa bahan pangan yang bisa disiapkan setengah jadi lalu disimpan di lemari es untuk dikonsumsi 2-3 hari kemudian, semisal ayam yang sudah dibumbui dan sebagainya.

 

3 dari 4 halaman

Pentingnya Asupan Yodium Cegah Hidden Hunger

Ilustrasi© Shutterstock

Yodium menjadi salah satu mikro nutrisi (mineral) yang tubuh butuhkan untuk membantu hormon tiroid membentuk tiroid demi pertumbuhan sel saraf, pertumbuhan otak.

Kekurangan zat ini sedari ibu mengandung bisa menyebabkan anak lahir dengan IQ lebih rendah. Selain itu, tumbuh dan kembang anak bisa terganggu yang bisa terlihat dari tinggi anak lebih rendah dari rekan-rekan seusianya.

" Kalau sudah ada gejala klinis misalnya gondok atau pembesaran kelenjar tiroid atau ada semacam benjolan. Pada orang dewasa kesulitan untuk hamil, gangguan siklus menstruasi, gangguan fungsi mental dan masalah lainnya akibat kekurangan hormon tiroid karena asupan yodium kurang," kata Diana.

4 dari 4 halaman

Sumber Yodium Selain Garam

Selain garam, sumber yodium berasal dari laut misalnya ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, rumput laut, kemudian telur, susu dan produk susu lain seperti yogurt, keju.

" Gula maksimal 4 sendok makan, garam 1 sendok teh (bisa tambahkan garam beryodium) dan lemak misalnya untuk menumis atau oseng-oseng 5 sendok makan," kata Diana.

Panduan Asupan Yodium

Diana menekankan, setiap golongan usia memerlukan asupan yodium berbeda-beda.

Usia 0-1 tahun membutuhkan sekitar 90 mikrogram sehari, jumlah kebutuhan meningkat menjadi 120 mikrogram untuk anak usia hingga 12 tahun dan kelompok usia 12 tahun-dewasa memerlukan 150 mikrogram yodium.

Jumlah asupan yodium semakin tinggi yakni 220 mikrogram khusus untuk ibu hamil dan 250 mikrogram khusus ibu menyusui.

" Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yodium berbeda dan sebaiknya dipenuhi dari berbagai makanan sumber yang dikombinasikan, karena sumber makanan mengandung yodium itu banyak salah satunya makanan laut," tutur Diana.

Beri Komentar