Waspada, Ini Ciri-Ciri Minuman yang Telah Dicampur Zat Penenang

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 7 Januari 2020 16:36
Waspada, Ini Ciri-Ciri Minuman yang Telah Dicampur Zat Penenang
Banyak kasus kejahatan terjadi dengan modus minuman yang diberi obat bius atau penenang.

Dream - Menikmati minuman segar dalam sebuah acara, merupakan hal yang biasa. Banyak orang beranggapan kalau minuman nikmat jadi sajian yang wajib dicicipi. Bagi Sahabat Dream yang suka sekali menikmati minuman, harus lebih waspada.

Apalagi jika menghadiri sebuah acara sendirian dan ditawari minuman oleh orang asing. Banyak kasus kejahatan terjadi dengan modus minuman yang diberi obat bius atau penenang.

Minuman tersebut bisa membuat korbannya kehilangan kesadaran. Dikutip dari Hello Sehat, efek amnesia dari obat bius memungkinkan pelaku untuk merampok, memperkosa, atau merugikan korban dengan cara lain tanpa korban bisa mengingat persis apa yang telah terjadi.

Modus pembiusan ini bisa terjadi di klub-klub malam, bar, di pesta-pesta, bahkan di keramaian tempat umum. Apa pun kondisinya, harus waspada.

 

 

1 dari 5 halaman

Jenis Obat yang Sering Dicampur Minuman

Obat bius mungkin datang dalam bentuk bubuk, tablet, atau cair, dan tidak selalu memiliki rasa atau bau tertentu. Beberapa contoh obat yang dilaporkan telah digunakan untuk membius minuman meliputi: GHB, Ketamine, ethanol, dan Rohypnol (walaupun kini sudah jarang digunakan karena penambahan pewarna biru).

 Waspadai Efek Samping Minuman Bersoda Bagi Kesehatan Tubuh© MEN

Perlu diketahui, alkohol adalah obat yang paling umum digunakan untuk membius minuman. Biasanya, alkohol ditambahkan ke dalam minuman non-alkohol.

Jangan menganggap kita dapat selalu merasakan alkohol dalam minuman. Jika minuman minuman manis atau memiliki rasa yang kuat rasa alkohol dapat tertutupi dengan baik.

Obat depresan, terutama obat penenang, dapat digunakan untuk membius minuman. Obat ini biasanya digunakan untuk membuat tubuh lemas atau membantu seseorang tertidur.

Dikombinasikan dengan alkohol mereka dapat memiliki efek yang sangat kuat. Obat ini dapat mengakibatkan Anda merasa sangat mabuk dan tidak dapat mengingat beberapa atau semua peristiwa yang terjadi setelah dibius.

Bisa juga dicampur GHB (gammahydroxybutrate). Cairan bening yang terasa asin ini mudah dibuat di rumah. GHB bertindak sebagai pelemas otot dan menyebabkan amnesia jangka pendek saat dicampurkan ke dalam minuman beralkohol.

GHB memproduksi perasaan euforik sekaligus mengurangi kewaspadaan. Efek mulai setelah sekitar 10 menit sampai satu jam dan dapat bertahan hingga tujuh jam atau lebih.

 

2 dari 5 halaman

Cara mengetahui minuman yang dicampur obat bius

Kita mungkin tidak menyadari apakah minuman telah dicampur dengan obat atau tidak. Pasalnya sangat sulit mendeteksi. Zat yang digunakan untuk membius minuman seringnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mengubah rasa asli minuman. Beberapa obat, seperti GHB, mungkin terasa sedikit asin atau berbau aneh.

 Minuman Berenergi Dilarang di Saudi© MEN

Perhatikan reaksi tubuh setelah meminum minuman. Gejala yang muncul jika minuman terdapat obat bius antara lain menurunnya kewaspadaan, kesulitan berbicara atau fokus,

Gejala di atas mirip dengan gejala mabuk alkohol, namun jika mulai merasa aneh atau lebih mabuk daripada yang seharusnya, segera cari bantuan. Jika tidak bersama siapa pun, telepon seseorang yang dapat dipercaya dan segera pergi ke tempat yang lebih aman.

 

3 dari 5 halaman

Lapor ke pihak berwenang

Minta teman atau anggota keluarga yang dipercaya untuk menjemput pulang dan menemani sampai pengaruh obat bius telah sepenuhnya habis. Laporkan ke polisi sesegera mungkin.

Kebanyakan obat akan meninggalkan sistem tubuh dalam 1×72 jam setelah konsumsi pertama — GHB akan luruh dalam 12 jam pertama — jadi penting untuk diuji segera. Jangan pernah menerima minuman dari orang asing dan jangan meninggalkan minuman tanpa pengawasan.

Selengkapnya baca di sini

 

4 dari 5 halaman

Penyuka Minuman Bobba, Waspada Kondisi Ini

Dream - Produk minuman manis, dengan jeli dan bobba kini tak terhitung jumlahnya. Para penjual gencar memberikan promo dan membuat kita jadi penasaran untuk membeli atau sekadar mencicipi.

Penting diketahui, konsumsi minuman manis seperti boba ini harus dikontrol. Tak boleh berlebihan karena dapat meningkatkan kadar gula darah yang mengarah pada kenaikan berat badan serta risiko penyakit diabetes.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dei Oktavia Handayani menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman manis. Ia juga mengingatkan untuk memperbaiki pola makan jadi lebih sehat.

 © Dream

“ Minuman seperti itu satu cup mungkin kalorinya 200. Tinggi gula juga. Jadi nggak boleh sering dan harus diimbangi dengan olahraga, cukup juga makan seratnya, supaya gulanya menjadi lemak sehingga tidak mengganggu kadar gula dalam darah,” ujar Dei dalam acara Deteksi Dini dan Batasi Gula Garam Lemak untuk Cegah Diabetes di Alfamidi Super, Jakarta Selatan, Selasa 5 November 2019.

 

5 dari 5 halaman

Pertimbangkan Asupan Gula Harian

Selalu pertimbangkan kadar gula di dalamnya setiap ingin minum minuman manis. Pertimbangkan juga konsumsi garam dan lemak harian, karena akan sangat berdampak pada kondisi kesehatan tubuh.

 Konsumsi Gula Sehari Maksimal 6 Sendok Teh© MEN

" Prinsipnya, gula paling ideal tidak lebih dari 4 sendok makan, garam tidak lebih dari 4 sendok teh, lemaknya tidak lebih dari 5 sendok makan dalam kurun waktu 24 jam,” kata Dei.

Untuk mengurangi risiko terkena diabetes, kamu bisa mengurangi kadar gula pada boba atau menggunakan pemanis yang lebih sehat seperti gula stevia.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak