Waspada! Milenial 'Mager' Jakarta Berisiko Kena Diabetes

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 27 November 2019 17:12
Waspada! Milenial 'Mager' Jakarta Berisiko Kena Diabetes
Riskesdas 2018 juga menunjukkan 33,5 persen masyarakat Indonesia usia lebih dar 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik, dengan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8 persen.

Dream - Diabetes adalah penyakit kronis yang kasusnya meroket dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit diabetes akibat gaya hidup tidak sehat dan kurang berolahraga.

Indonesia menduduki peringkat ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia dengan jumlah 10,7 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan meningkat pada 2045 menjadi 16,6 juta penyandang.

" Diabetes dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, mengurangi porsi makan dengan cara makan sebelum lapar, dan mengurangi konsumsi makanan maupun minuman yang manis, karena sweet is not always sweet," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di Perkumpulan Endokronologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE di Jakarta, Selasa kemarin.

Diabetes© shutterstock.com

Sidartawan menjelaskan dalam hal pengobatan pada pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2, penderita dan anggota keluarga perlu menyadari betapa pentingnya kepatuhan dalam pengobatan yang harus dijalani seumur hidup. Terutama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

1 dari 5 halaman

DKI Jakarta Penyumbang Terbesar Penderita Diabetes

Data terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka prevalensi nasional Diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada usia lebih dari 15 tahun adalah 2 persen dan angka prevalensi di Provinsi DKI Jakarta adalah 3,4 persen.

Riskesdas 2018 juga menunjukkan 33,5 persen masyarakat Indonesia usia lebih dari 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik. Sedangkan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8 persen.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mendukung kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes dengan menggerakkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Ini adalah upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular termasuk diabetes.

Diabetes© shutterstock.com

Adapun pemeriksaan yang dilakukan di Posbindu adalah pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, dan kadar gula darah.

" Kami berharap kampanye ini membantu menemukan penyandang diabetes yang belum menyadari dan tentunya memberikan edukasi CERDIK, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres,” tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia Handayani.

Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis

2 dari 5 halaman

Peran Penting Keluarga Bagi Perawatan Pasien Diabetes

Dream - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang umum diderita di Indonesia. Menurut data Internasional Diabetes Federation atlas edisi ke 9 pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 7 penyandang diabetes terbanyak di dunia dan ke 3 penyandang toleransi glukosa terganggu terbanyak di dunia.

Data terbaru mengungkapkan bahwa 1 dari 2 penyandang diabetes tidak menyadari kondisinya, dan hampir 67 persen penyandang diabetes tersebut berada di usia produktif di bawah 60 tahun.

Memperingati hari diabetes dunia dan bulan kesadaran diabetes dunia, Merk Sharp Dohme (MSD) Indonesia bersama dengan kementerian kesehatan bersama-sama melaksanakan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam melawan diabetes.

“ Khususnya pada pasien diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi akan menyebabkan disabilitas dan kematian. Sedangkan pada pencegahan diabetes tipe 2, keluarga berperan dalam memahami faktor risiko dan meningkatkan gaya hidup sehat,” ujar Prof. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE, di Jakarta, Selasa 26 November 2019.

 

3 dari 5 halaman

Perbaiki Gaya Hidup

Melindungi keluarga dari diabetes dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama dimulai dari deteksi dini, dengan cara mengetahui rekam medis keluarga secara turun menurun. Jika sudah mengetahui faktor risiko, masuk ke langkah preventing yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Langkah ketiga yaitu tahap perawatan.

" Jika memang ada anggota keluarga yang mengidap diabetes, anggota lainnya harus empati. Benahi gaya hidupnya, ajak dia supaya sembuh. Jenis makanan tidak perlu dibedakan, tapi bantu dia untuk mengatur porsi dan jadwal makan," tuturnya.

Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis

4 dari 5 halaman

Jangan Sepelekan Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Diabetes

Dream - Keluhan kesemutan biasanya muncul setelah duduk atau dalam posisi yang lama tak bergerak. Pada beberapa orang kondisi ini seringkali muncul, bahkan kadang disertai rasa sakit yang hebat.

Jika kondisinya demikian, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter penyakit dalam atau dokter syarah. Gejala kesemutan merupakan salah satu keluhan yang muncul pada penyakit neuropati diabetes.

" Kebas, kesemutan, rasa terbakar dan sakit merupakan gejala neuropati. Maka dari itu, penderita neuropati kemungkinan tidak akan merasa sakit walaupun salah satu area tubuh terkena benda tajam dan terluka. Penyakit tersebut dipicu oleh kondisi diabetes yang cukup lama dan kadar gula tidak terkontrol," ujar Mardi Santoso, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dalam acara 'P&G Health: Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Neuropati di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 18 November 2019.

 

5 dari 5 halaman

Diabetes Melemahkan Dinding Pembuluh Darah

Hal ini karena kadar gula tubuh yang tinggi pada penderita diabetes dalam kurun waktu lama, akan melemahkan dinding pembuluh darah dan merusak sel saraf. Itulah sebabnya penderita diabetes berisiko tinggi terkena kerusakan saraf atau neuropati perifier.

Terapi© Shutterstock

Menurut Data International Federation (IDF) pada 2017, neuropati diderita 50 persen pengidap diabetes. Jika tidak segera ditangani, bisa mencapai tahap krusial. Sehingga kelainan saraf semakin sulit untuk pulih kembali.

 

Beri Komentar