Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Dream - Di tengah kondisinya yang tak bisa melihat, Muhammad Nurdin, 35, memberi insporasi banyak muslim. Dia menjadi imam salat tawarih di masjid kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Nurdin bahkan memimpin salat dengan menghatamkan satu juz Al Quran di masjid Al-Munawwaroh tersebut.
Mengutip laman nu.or.id, Minggu, 28 Juni 2015, Nurdin adalah lulusan Pesantren Al-Anwar Desa Goa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Dia sudah mampu menghafal Al-Quran 30 juz sejak usia 26 tahun.
Nurdin mondok di pesantren yang diasuh KH Anwar Maksum, kakak sepupu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, sejak 2001 hingga 2006.
" Ketika mondok di Cirebon, saya setoran hafalannya langsung satu maqra'. Saya menghafal Quran memakai Quran Braille yang saya dapat dari kota Jogja. Waktu itu memang susah ya nyari Quran untuk kaum tunanetra," tuturnya.
Pria asal Sukabumi ini bercerita, mulai belajar membaca Al-Quran huruf Braille di Yayasan Pesantren Al-Muawanah di kota kelahirannya itu. Setahun kemudia, Nurdin pindah mondok di Bandung.
Nurdin awal tertarik mempelajari kitab kuning. Namun niat itu kandas karena belum ada kitab kuning yang ditulis Braille.
“ Quran aja satu juz itu gede banget. Makanya, wajar kalau susah ditemukan kitab kuning dalam tulisan Braille,” ujarnya.
Oleh gurunya, Nurdin disarankan menghapal AlQuran.
Kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan sama, Nurdin mengimbau agar mereka belajar Braille terlebih dahulu di Sekolah Luar Biasa.
“ Jangan ketinggalan lah sama anak-anak normal. Sekarang kan ada sekolahnya. Banyak juga tunanetra yang pinter, ada yang jadi dosen," katanya. (Ism)
(Sumber: nu.or.id)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
