Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Masjid Jamia Masjid Sultania (Nottingham Post)
Dream - Masjid itu menyempil di sudut jalan. Berdiri di sisi sebuah perempatan di Sneinton, di kawasan pinggir selatan Nottingham, Inggris. Ukurannya mungil. Kira-kira tak lebih dari tiga kali ukuran lapangan basket.
Dindingnya dari batu bata merah. Tersusun rapi. Namun dibiarkan telanjang tanpa dilapis plester semen. Jendela-jendela lancip menjadi pembeda masjid itu dengan gedung-gedung tua di sekitarnya.
Sebuah menara juga dibuat. Menjulang belasan meter di salah satu sudut bangunan utama. Berkubah mungil berwarna hijau di bagian puncaknya.
Inilah Masjid Jamia Masjid Sultania yang sederhana. Tempat ibadah kaum muslim yang baru diresmikan awal April silam. “ Ini menara masjid pertama di Nottingham,” kata pemimpin masjid Aurangzeb Khan dikutip Dream dari Nottingham Post, Kamis 8 Mei 2014.
“ Ini merupakan simbol masjid yang bisa dilihat dari jarak bermil-mil,” tambah pria yang usianya hampir delapan puluh tahun itu. Setidaknya, dibutuhkan dana hampir dua puluh empat miliar untuk merenovasi bangunan itu. Semuanya hasil patungan.

Sumber foto: www.chersonandmolschky.com
Dulunya, lokasi tempat masjid ini adalah sebuah bar. Jester Bar namanya. Sebuah tempat pesta malam dan menenggak minuman keras yang terkenal pada era empat puluh tahun silam.
Namun pamor tempat minuman beralkohol dan pesta malam yang terkenal itu lama-kelamaan pudar. Tak lagi terdengar hingar bingar musik di tengah malam. Bar itu kalah bersaing dengan tempat minum baru yang banyak bermunculan. Sehingga bertahun-tahun ditinggalkan, dibiarkan kosong terbengkalai.

Sumber foto: www.chersonandmolschky.com
Lima tahun silam, The Hazrat Sultan Bahu Trust, sebuah lembaga amal muslim di Negeri Ratu Elizabeth, membeli gedung yang batanya mulai menghitam itu. Menurut laman chersonandmolschky.com, gedung ini dibeli dengan harga hampir delapan miliar. Tiga miliar lebih tinggi dari harga permulaan.
Setelah dibeli, izin mendirikan bangunan segera diurus. Setahun berselang, izin itu turun. Dan pada 2011, pengerjaan fisik bangunan mulai dilaksanakan. Proyek itu baru kelar tiga tahun kemudian.

Sumber foto: www.mosques.muslimsinbritain.org
Umat muslim bisa menggunakan masjid ini kapan pun. Terutama untuk salat lima waktu. Sebelumnya, selama berpuluh-puluh tahun, muslim di Sneinton hanya beribadah di rumah-rumah.
“ Saya sangat bangga melihat menara simbol Islam itu. Kami senang memiliki masjid istimewa di pusat Sneinton,” tutur Imam Maulana Mohammad Aslam Rabbani yang memimpin salat saat pembukaan masjid ini.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan