Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peserta Solat Idul Adha Di Masjid Agung Malang (Suara Surabaya)
Dream - Permintaan maaf pimpinan Masjid Agung Jami kepada pimpinan Gereja Protestan di kota Malang, menimbulkan ribuan simpati di media sosial. Ucapan maaf disampaikan lantaran kegiatan salat Idul Adha yang digelar masjid itu menyebabkan kebaktian gereja tertunda.
Gelombang simpati muncul setelah stasiun radio Suara Surabaya memuat berita 'permintaan maaf' itu di halaman Facebook, Twitter dan portal resminya, Minggu 5 Oktober lalu.
Berita yang menampilkan aktivitas salat Idul Adha dengan latar gereja memunculkan lebih dari 2.000 komentar dan di-shared (dibagikan) hingga ribuan kali.
Sebagian besar menyatakan simpati atas sikap toleransi pimpinan dua tempat ibadah yang letaknya tidak berjauhan itu " Indahnya kebersamaan, bisa saling mengerti dan memahami walaupun berbeda agama," tulis salah seorang netizen.
Banyak dari netizen menyampaikan terima kasih kepada teman-teman Kristen dan bersimpati pada sikap pimpinan masjid, yang bersedia meminta maaf.
Masjid Agung ini merupakan masjid berukuran besar dan tertua di Kota Malang. Letaknya sekitar 200 meter dari Gereja Protestan Indonesia di bagian Barat (GPIB) Immanuel, yang juga salah satu gereja tertua di Kota Apel itu.
Seperti salat Idul Fitri atau Idul Adha pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta ibadah dapat mencapai 35.000 orang sehingga meluber sampai di depan gereja.
Akibatnya, jika waktu ibadahnya digelar secara bersamaan, maka salah-satu pihak harus menunda acara ibadahnya, terutama pihak gereja. " Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak gereja dan meminta maaf karena kebaktian jadi ditunda," kata Ketua Takmir Masjid Agung, Zainuddin Muchit.
Permintaan maaf disampaikan di hadapan jemaat Salat Idul Adha. Dia membayangkan penundaan itu akan menganggu jadwal para jemaah gereja.
Pendeta GPIB Immanuel, Emmawati Balue mengatakan, sejak awal sudah mengetahui jadwal ibadah mereka akan berbarengan. Otomatis ibadah pagi jemaat gereja waktunya disesuaikan lagi.
Sudah bertetangga lebih dari seratus tahun, sikap saling menenggang rasa dan menghormati seperti itu sudah dilakukan sejak lama dan tidak pernah menjadi masalah.
(Ism, Berbagai sumber: BBC Indonesia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya