5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Bayi Makan
Dream - Para orangtua biasanya terlalu bersemangat saat memberi makan bayi. Setelah memberi susu, lalu camilan dan tak lama kemudian menyiapkan makanan utama dalam porsi besar untuk si kecil
Bayi pun cenderung menelan semua yang diberikan, karena mereka belum begitu sensitif dengan rasa kenyang. Hal ini tentu saja tidak baik, makan berlebihan bisa berdampak buruk pada kondisi bayi.
Lalu apa tandanya saat Anda terlalu berlebihan dalam memberi makanan pada bayi? Dikutip dari Momjunction, pertanda awal biasanya si kecil kerap mengalami kembung. Buang angin berkali-kali, berbau busuk, kadang disertai rewel dan ia tampak terus menyentuh perutnya.
Muncul rasa tidak nyaman di perut bayi dan membuatnya menjadi lebih sering menangis. Saat buang air besar, si kecil juga tampak sangat tersiksa, kesakitan dan disertai tangisan. Pasalnya, makan berlebihan bisa juga memicu konstipasi atau sulit buang air besar.
Pada beberapa kasus, bayi yang makan berlebihan juga malah mengalami diare. Fesesnya jadi lebih cair dan berlendir dan ini sering terjadi. Untuk itu perhatikan porsi makan harian dan susu si kecil.
Pada anak 1 tahun ke bawah, membutuhkan tidak lebih dari 887 ml susu per hari. Jika lebih dari 1000 ml per hari, termasuk sangat berlebihan, terutama jika si kecil minum susu formula.
Memberi makan berlebihan pada bayi bisa juga menimbulkan reaksi muntah. Untuk jangka panjang ia juga lebih berisiko mengalami obesitas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
