Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Bermain
Dream - Anak-anak senang menemukan sesuatu, mencari tahu lingkungannya serta benda-benda yang dipegangnya bekerja. Pernahkah Anda melihat anak bermain tidak ada lelahnya? Hal itu karena rasa keingintahuannya yang begitu besar.
" Keingintahuannya ini adalah bawaan yang dimiliki anak-anak karena hasrat belajar mereka yang begitu tinggi. Eksplorasi dilakukannya tanpa henti. Rasa penasaran merupakan modal utama bagi anak-anak jadi pribadi yang kritis dan matang. Jadi orangtua harus selalu menjaga rasa itu dan mengarahkannya dengan baik," kata Annita Lewis, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Momtastic.
Jangan sampai orangtua terlalu mengatur dan memaksa anak, karena bisa mengurangi hasrat keingintahuannya. Untuk membuat anak tetap semangat dan penasaran, tak ada salahnya untuk menerapkan trik ini saat sedang bersamanya.
Waktu bermain yang cukup
Ketika anak selesai sekolah, les dan aktivitas akademik lainnya, hadiah yang paling cocok untuknya adalah waktu bermain tanpa batasan. Bermain secara bebas membuat anak ingin tahu.
" Saat asyik bermain, anak akan memiliki teori, penemuan, dan peran baru yang mendorong batasannya," ujar Annita.
Biarkan berantakan saat bermain
Entah mereka mengacaukan mainannya atau bermain lumpur, itu merupakan salah satu bentuk keingintahuannya. Banyak orangtua yang tidak suka membiarkan anaknya berantakan dan kotor tapi kenyataannya selain menyenangkan untuk anak, mereka juga belajar mencari solusi dan meningkatkan kemampuan motoriknya.
Kurangi mengucapkan kata " jangan"
Biasanya orangtua sering mengatakan 'jangan, kamu gak boleh loncat dari sana' atau 'jangan, kamu gak bisa ini-itu'. Kita membuat batasan memang untuk menjaga anak kita. Tapi terlalu seringmengatakan 'jangan' membuat anak berhenti bertanya. Cari kata-kata yang lebih solutif, misalnya 'adik mainnya hati-hati ya, kalau jatuh nanti sakit'.
Ajukan pertanyaan
Anak mungkin bertanya puluhan pertanyaan setiap harinya, tapi berapa pertanyaan yang Anda ajukan pada anak Untuk mendorong keingintahuannya, Anda juga perlu bertanya
sesuatu yang menarik minatnya seperti " Menurut kamu, apa yang dicari sama burung di teras kita?"
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari