Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Gerakan 1000 Masker (Sumber: Vivi Zubedi Foundation)
Dream - Vivi Zubedi Foundation kembali meluncurkan gerakan sosial, kali ini lewat gerakan #1000MaskeruntukJabar. Gerakan ini membagikan 1000 masker berstandar SNI dengan motif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.
Pandemi yang belum juga usai mengetuk hati Vivi Mar’i Zubedi untuk bertindak nyata menebar 1000 masker berstandar SNI bermotif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.
Founder VZF ini menggandeng Ketua Umum Dekranasda Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil, bersama Dompet Dhuafa. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Gedung Dekranasda, Bandung, 30 November 2020.

Jawa Barat menjadi perhatian khusus keprihatinan Vivi Zubedi karena orang yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Depok, Jawa Barat.
Jabar juga menduduki peringkat ke-3 angka Covid-19 tertinggi se-Indonesia berdasarkan data Covid19.go.id pada 26 November 2020. Karena itu, pergerakan VZF pun dipusatkan kembali ke ‘titik awal’.
Sejalan dengan idealisme dalam pemberdayaan kain dan kerajinan lokal, Vivi menggunakan kain bermotif batik Sunda sebagai bahan 1000 masker. Bahan ini sebelumnya pernah muncul pada koleksi The Art of Layering Sundanese Batik dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Forum 2020, 28-31 Oktober kemarin.

Vivi yang mengadopsi nilai-nilai sustainability dalam karya-karyanya, memanfaatkan kain sisa koleksi ISEF 2020 guna memperpanjang daur guna benda. Apalagi industri fashion diketahui menduduki peringkat ke-2 industri penghasil limbah bumi terbesar sejumlah 92 juta ton setiap tahun.
“ Kami memilih masker kain selain karena manfaatnya bisa bertahan lama, juga karena memperhatikan sustainability lingkungan. Prosedur medis mengharuskan semua serba steril, sehingga untuk APD, sarung tangan, dan masker harus sekali pakai. Tapi untuk kita yang alhamdulillah masih dikaruniai kesehatan, ayo pakai masker reusable untuk mengurangi timbunan sampah baru.” jelas Vivi Zubedi.
Masker kain dapat mengurangi dampak lingkungan dari melonjaknya angka limbah medis akibat pandemi. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat terdapat 1.100 ton limbah medis dalam periode awal penanganan COVID-19 selama Maret-Juni 2020.
Data Indonesian Environmental Scientist Association (IESA) menunjukkan, angka tersebut meningkat 46% dibanding masa sebelum pandemi. Tak hanya itu, volume sampah rumah tangga juga meroket pesat terutama sampah pengiriman makanan (plastik, styrofoam), alat makan sekali pakai, hingga tusuk gigi.
Vivi berharap, gerakan 1000 masker ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Founder VZF ini juga berpesan agar masyarakat tetap jaga protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer atau alkohol minimal 70%, menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain, dan memakai masker berstandar SNI.

" Pandemi ini belum berakhir meskipun kita sudah bosan dan lelah dengan semua ini. Kalau semuanya kompak dalam kesadaran ini, Insya Allah Indonesia bisa keluar sebagai pemenang melawan pandemi,” tutup Vivi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya