Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Anak Remaja (Foto: Shutterstock)
Dream - Menghadapi perilaku anak-anak yang sulit dikontrol, emosi orangtua seringkali 'terkuras habis'. Memberi hukuman, menegur serta cara lain pun ditempuh agar anak bisa mengerti kesalahan dan tak mengulanginya lagi.
Dalam kondisi emosi yang juga tinggi, sikap orangtua kadang malah jadi bumerang. Bukan membuat anak sadar akan kesalahannya tapi konflik malah semakin besar dan tak ada solusi. Ada dua hal yang sebaiknya dihindari saat ingin mendisiplinkan anak.
Pasalnya dua hal berikut sering dilakukan dilakukan orangtua saat menegur anak dan memberinya pelajaran tapi tak ternyata tak efektif. Apa saja?
Menyuruhnya pergi ke kamar
Saat anak melakukan kesalahan, membantah atau melakukan hal buruk banyak orangtua yang langsung membentak dan menyuruhnya pergi ke kamar. Hal ini sebenarnya tidak tepat. Anak
justru disuruh menyendiri dan tak diberitahu apa kesalahan dan hal yang harus mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahannya.
Lebih baik jelaskan pada anak kesalahan yang dilakukan dan berikan konsekuensi atas kesalahannya. Jika langsung menyuruhnya pergi ke kamar, anak bisa saja malah tak menyadari
kesalahannya. Jadi, jangan segan untuk membahas kesalahan anak secara detail agar ia tak mengulanginya.
Memberi label buruk
Jangan pernah sekali pun memberi label buruk pada anak, seperti 'nakal', 'merepotkan', 'tak bisa diatur', 'selalu bikin kesal orangtua' atau julukan buruk lainnya. Label ini akan
melekat secara dalam di pikiran anak dan akan berdampak buruk pada perkembangan psikologisnya.
Label biasanya diberikan karena orangtua terlanjur emosi atau ingin memberi peringatan. Tapi masih banyak cara lain untuk memberi tahu kesalahan buah hati yang jauh lebih baik daripada memberi label. Dengan label yang diberikan bukan tidak mungkin akan terpatri di pikiran anak dan ia malah menjadi pribadi yang buruk.
Sumber: Fatherly
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?