Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Vaksin
Dream - Pada Minggu 28 Juni 2021 beredar surat persetujuan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di media sosial terkait izin penggunakan vaksin Covid-19 produksi Sinovac untuk anak. Terkait hal ini BPOM dan Kementerian Kesehatan belum memberikan keterangan resminya.
Beberapa hari lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengungkap kalau Kemenkes memang dalam tahap mengkaji vaksin Covid-19 untuk anak di bawah 18 tahun. Vaksin Covid-19 untuk anak yang dalam pengkajian yang punya izin edar darurat (emergency use authorization).
" Kita sedang mengkaji vaksin-vaksin mana yang sudah memiliki emergency use authorization untuk usia muda," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam Update Penanganan Covid-19 yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, beberapa hari lalu, dikutip dari Merdeka.com.
Menkes menyebut ada dua merek vaksin yang dikaji. Pertama, vaksin Sinovac buatan Sinovac Biotech Ltd asal China. Kedua, Pfizer vaksin produksi Amerika Serikat.
Vaksin Sinovac sudah memiliki ermergency use authorization untuk anak 3 hingga 17 tahun. Sedangkan Pfizer telah memiliki ermergency use authorization untuk anak 12 sampai 17 tahun.
" Itu sudah keluar emergency use authorizationnya," ucap Budi.
© Dream
Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk meminta masukan terkait peluang penggunaan vaksin Sinovac dan Pfizer untuk anak. Setelah mendapatkan masukan dari pihak-pihak terkait, pemerintah baru akan memutuskan penggunaan vaksin untuk anak.
" Sehingga kita bisa mengeluarkan keputusan yang komprehensif berdasarkan data yang ada di kita, data penggunaan di negara-negara lain dan juga data ilmiah kesehatan emergency authorization yang sudah diberikan terhadap perusahaan vaksin tersebut," ujarnya.
Sebagai informasi, data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia merupakan tertinggi di dunia. Kesimpulan ini berdasarkan data case fatality atau tingkat kematian pada anak akibat virus SARS-CoV-2 itu.
" Data IDAI menunjukkan case fatality ratenya itu adalah 3 sampai 5 persen. Jadi kita ini kematian yang paling banyak di dunia," kata Ketua Umum IDAI, Aman Bhakti Pulungan beberapa waktu lalu.
© Dream
Dream - Kabar penuh harapan datang dari China terkait vaksin Covid-19 untuk anak. Sinovac, salah satu produsen vaksin di China, baru saja menyelesaikan tahap penelitian klinis Fase I dan II, yang melibatkan beberapa ratus sukarelawan dalam kelompok usia 3 hingga 17.
Hasilnya, vaksin Covid-19 produksi Sinovac dinilai aman dan efisien seperti halnya untuk orang dewasa. Hal ini diungkapkan oleh Sinovac Chairman, Yin Weidong dalam pernyataan resminya di China Central Television.
China telah mengizinkan penggunaan darurat CoronaVac, vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac, untuk anak-anak berusia antara 3 dan 17 tahun.
" Tetapi kapan vaksin akan digunakan (darurat), dan mulai dari usia berapa dalam kelompok itu belum diputuskan," kata Weidong.
Organisasi Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) juga telah memberikan persetujuan untuk vaksin COVID-19 kedua China, Sinovac, pada 1 Juni 2021 lalu.
Sebelumnya, WHO memberikan persetujuan serupa kepada Sinopharm China.
Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Minggu, 6 Juni 2021, bahwa lebih dari 763 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di seluruh China sejauh ini.
China juga menawarkan 10 juta dosis vaksin ke fasilitas COVAX yang merupakan inisiatif yang didukung WHO untuk menyediakan vaksin ke negara-negara berkembang.
Sumber: Bussiness Today
© Dream
Dream - Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyatakan pada 22 Juni 2021 kemarin kalau vaksin Covid-19 aman bagi ibu hamil. Untuk itu, para ibu yang tengah mengandung sangat direkomendasikan untuk menjalani vaksinasi Covid-19.
Ada kelompok ibu hamil yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19. Menurut dr. Darrel Fernando, SpOG dalam akun Instagram resminya, prioritasnya adalah ibu hamil dengan risiko tinggi.
" Usia >35 tahun, obesitas, komorbid, diabetes, hipertensi dan pada kelompok yang risiko tinggi terpapar seperti petugas kesehatan," tulis dr. Darrel.
Untuk ibu hamil yang berisiko rendah, keputusan terindividualisasi dan juga harus diedukasi. Vaksin yang digunakan untuk ibu hamil di Indonesia hanya boleh Sinovac.
" Vaksin yang digunakan adalah vaksin virus yang tidak aktif/ inactivated (Sinovac). Di AS vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna dilaporkan aman pada kehamilan tapi saat ini belum tersedia di Indonesia," ungkap dr. Darrel.
Sementara itu penggunaan vaksin AstraZeneca untuk ibu hamil belum direkomendasikan. Bagi ibu hamil berkonsultasilah dengan dokter kandungan sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.
© Dream
Dream - Kabar gembira bagi ibu hamil, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyatakan kalau vaksin Covid-19 aman bagi ibu hamil dan sangat direkomendasikan.
Vaksin yang direkomendasikan adalah yang bermerek Coronavac/Sinovac. Melalui surat resminya POGI menjelaskan Coronavac/Sinovac adalah vaksin inactivated, basis RNA virus, subunit protein; atau vektor virus tidak dapat bereplikasi dibandingkan vaksin lain dengan jenis yang sama. Contohnya vaksin tetanus, difteri, influenza.
" Secara umum vaksin jenis ini aman dapat memberikan proteksi pasif pada neonatus dan tidak berhubungan dengan keguguran dan/ atau kelainan kongenital. Studi keamanan vaksin di Indonesia dan Turki tidak melibatkan ibu hamil sehingga belum ada data mengenai efek teratogenik," tulis keterangan POGI yang diunggah Dokter Darrel Fernando, SpOG dalam akun Instagram resminya.
Menurut POGI, pemberian vaksinasi yang dipercepat dan diperluas, pada:
- ibu hamil dengan risiko tinggi yaitu di atas usia 35 tahun, memiliki BMI di atas 40 dengan komorbid diabetes dan hipertensi.
- kelompok ibu hamil risiko tinggi terpapar terutama tenaga kesehatan
- pada ibu hamil dengan risiko rendah setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Dokter Darrel juga mengunggah pernyataan resmi dari WHO/ Badan Kesehatan Dunia yang merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk ibu hamil. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggi.

" Kenapa ibu hamil perlu vaksin Covid-19? Karena tingginya kasus saat ini dan dampak Covid-19 yang lebih berat saat hamil maka ibu hamil sudah direkomendasikan untuk menjalani vaksin Covid-19 dengan catatan khusus," tulis dr. Darrel.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya