Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ayah Dan Anak
Dream - Membesarkan anak laki-laki berarti harus menyiapkannya jadi pribadi dengan emosi yang stabil dan sehat. Ia akan tumbuh menjadi pemimpin dalam keluarga dan lingkungannya. Untuk itu membentuk kesehatan emosinya merupakan hal mendasar.
" Jangan biarkan anak lelaki Anda menahan emosinya, hanya karena ia selalu dicekoki dengan ungkapan 'anak lelaki tak boleh menangis'. Hal yang tepat adalah mengajarkannya menyalurkan emosi dan mengontrolnya dengan baik, bukan dengan memendamnya," ujar Annita William, seorang psikolog.
Anak laki-laki cenderung dituntut mengekspresikan perasaan tertentu dan akan diejek jika menunjukkan perasaan yang lain. Orangtua biasanya melakukan ini tanpa menyadari kalau hal tersebut bisa memicu hal lain. Padahal anak laki-laki diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, aktif, agresif, kuat, dan bisa diandalkan.
" Kita ingin anak menjadi terbuka dan jujur tapi justru merasa ragu ketika anak menjadi terlalu sensitif dan menyukai hal seperti menari dan drama, atau menunjukkan kelembutan dan kefeminiman," ujar Annita.
Menurut Annita ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk emosi yang sehat pada anak laki-laki. Pendampingan orangtua adalah kuncinya.
Diskusi
Buat anak tahu kalau dia bisa mendiskusikan apa saja pada Anda. Jadilah orang yang bisa ia percaya dan hormati. Ceritakan permasalahan yang ada tapi dari sudut pandang yang subjektif.
Hubungan sehat dan terbuka
Prioritaskan diri untuk melakukan aktivitas yang membangun komunikasi dengan anak. Meskipun Anda sedang sibuk, lakukan hal kecil tapi bermakna untuk anak agar ia tahu bahwa dirinya penting bagi orangtuanya.
Mengerti tekanan yang dihadapi
Antarkan anak Anda dan temannya saat berpergian. Dengarkan pembicaraan mereka selagi mengemudi karena itu adalah tempat terbaik untuk mempelajari bagaimana cara mereka berpikir dan merasakan sesuatu. Mengundang temannya untuk main ke rumah juga bisa untuk mengetahui seperti apa teman-temannya sehingga Anda bisa lebih mengerti permasalahannya dan perasaannya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Powerful Mothering
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari