BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rumah merupakan tempat istirahat dan bercengkrama bersama keluarga yang sangat ideal. Bayangkan jika Sahabat Dream pulang ke rumah yang dirasakan malah stres dan tak nyaman.
Pemicunya bisa jadi penataan yang kurang pas atau kondisi rumah yang berantakan. Ternyata memang ada kondisi tertentu di rumah yang dengan mudahnya menimbulkan stres.
" Dekorasi yang pas, warna yang menenangkan, serta detail rumah memang sangat berpengaruh pada kondisi psikologis penghuni, hal itu tak bisa dipungkiri," ujar Jessica McClendon, desainer interior yang juga pendiri Glamour Nest.
Jangan sampai kondisi-kondisi rumah berikut mempengaruhi psikologis penghuni. Cari tahu apa saja, beserta solusinya.
- Membiarkan mainan anak 'menjajah' tiap ruang
Ada mobil-mobilan di ruang tamu, tumpukan balok di kamar tidur, belum lagi robot, pensil warna di meja makan. Memiliki anak balita seringkali membuat rumah jadi tak pernah rapi dan hal ini cenderung dimaklumi.
Padahal justru membuat penghuni merasa pusing dan stres melihatnya. Cobalah untuk menyediakan sudut bermain khusus. Bisa dengan membatasinya dengan karpet atau pagar plastik warna-warni. Jadi si kecil bisa bebas bermain di situ dan tak memberantaki tempat lain. Taruh mainan dan warna favoritnya.
- Penataan tak sesuai dengan kebiasaan penghuni
Saat menata rumah atau membagi ruang, tentunya inspirasi bisa datang dari mana pun. Seringkali saat mengaplikasikannya di rumah, ternyata tak sesuai dengan kebiasaan penghuni.
Misalnya dibuat ruang makan yang besar padahal lebih suka makan sambil menonton televisi atau berkumpul di dapur.
Begitu juga ruang keluarga, diisi dengan banyak sofa padahal anggota keluarga lebih nyaman tidur-tiduran di karpet. Jadi pastikan tiap penataan dan pemilihan furnitur sesuai dengan
kebutuhan keluarga.
- Dekorasi berlebihan
Karpet bunga, hiasan bunga, tiap sudut diberi tumbuhan. Mungkin maksud hati ingin membuat rumah tampak lebih cantik, tapi dekorasi berlebihan justru mengurangi suasana rileks.
Dalam mempercantik rumah, pastikan saat mendekornya tumbuh nuansa hangat, santai dan nyaman. Jika perasaan yang muncul terasa aneh dan menurut anggota keluarga lainnya berlebihan, maka sebaiknya sesuaikan dekorasi.
Sumber: PopSugar
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan