Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

3 Situasi Saat Si Kecil Bisa Jadi Tak Terkendali

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 26 Juli 2017 14:03
3 Situasi Saat Si Kecil Bisa Jadi Tak Terkendali
Ada kalanya anak-anak yang biasanya menurut, berubah jadi sangat berulah, sulit diatur dan mengamuk tak terkendali.

Dream - Menghadapi balita kadang menyenangkan, menuntut kesabaran, atau mungkin sangat menguras emosi. Ada kalanya anak-anak yang biasanya menurut, berubah jadi sangat berulah, sulit diatur dan mengamuk tak terkendali.

Hal itu bisa terjadi karena banyak faktor, bisa dari dalam dirinya atau kondisi lingkungan. Bersiap-siaplah jika menghadapi situasi beriku, karena sikap si kecil bisa jadi tak terkendali.

1. Dilarang tapi malah melakukan
Pernah mengatakan pada si kecil jangan memegang tombol air panas di dispenser tapi ia malah memegangnya? Atau larangan lain yang tak pernah diikutinya? Jangan keburu mencap si kecil nakal atau susah diatur. Pasalnya hal tersebut terjadi karena bagian otak anak balita yang berfungsi mengontrol diri, belum berkembang sempurna. Ketika dilarang berarti ia diminta untuk mengontrol hal yang diinginkan dan itu belum bisa dilakukannya.

Orangtua disarankan untuk tak langsung terpancing emosi dan panik menghadapi si kecil yang dilarang justru malah melakukan. Mengingatkannya lagi sebab akibat, mencontohkan dan menuntunnya bisa dilakukan agar kondisi lebih terkendali.

2. Lelah fisik
Pagi-pagi anak sudah sekolah, lalu sampai di rumah di bermain hingga kelelahan. Malamnya, si kecil diajak untuk menghadiri acara undangan. Jangan kaget kalau di sela-sela padatnya acara, ia mengamuk serta menangis tak berkesudahan. Fisiknya kelelahan, bertemu banyak orang, ia pun merasa serba salah.

Ingin istirahat tidak nyaman, tapi juga tak mau bermain. Kondisi perasaannya jadi sangat buruk. Sikapnya pun berubah jadi sangat rewel. Anak-anak terutama balita, membutuhkan istirahat yang cukup. Ketika hal itu tak terpenuhi, mereka bisa dengan mudah merasa tak nyaman dan kelelahan.

3. Butuh banyak bergerak
Menyuruh anak duduk diam bisa dibilang pekerjaan sia-sia. Kebutuhan akan bergerak pada anak-anak memang sangat tinggi dibandingkan orang dewasa. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan perkembangan fisik dan mentalnya. Jadi, anak-anak saat melompat, berlari, berputar, berjalan bolak-balik, melempar-lempar berarti memang tubuhnya sedang membutuhkan gerakan tersebut.

Untuk itu setiap hari, usahakan untuk melakukan aktivitas fisik yang intensif dengan anak. Misalnya bermain bola, melompat kodok, main sepeda atau permainan lain yang menuntut fisiknya lebih aktif. Setelah kebutuhan bergerak terpenuhi, anak-anak cenderung akan lebih tenang.

Sumber: Upworthy

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More