Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Membangun hubungan yang dekat dan hangat dengan anak tidak otomatis muncul begitu saja. Ada proses yang intens dan konsisten untuk membangun hubungan yang hangat.
Secara teori memang tampak mudah, namun sayangnya tak semua keluarga bisa memaksimalkan momen membangun hubungan hangal seperti saat berkumpul di rumah.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Dream, pada hasil studi di tahun 2018 menyebutkan, jam kerja dan kesibukan harian menjadikan momen waktu bersama keluarga hanya 37 menit setiap harinya.
Perlu diingat juga, waktu bersama keluarga ini tidak dihitung jika seluruh anggota keluarga tidak ada interaksi meskipun sedang menghabiskan waktu di rumah bersama.
Jadi kata kunci menghabiskan waktu bersama adalah adanya interaksi. Maka itu, ibu dan ayah sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk menciptakan momen menghabiskan waktu bersama si kecil dengan interaksi yang intim dan hangat.
Tentu tidak ada ukuran ideal durasi yang diperlukan dalam menjalin interaksi yang hangat dengan si kecil. Tiap-tiap keluarga punya gaya dan karakter tersendiri. Ada banyak cara yang dapat orangtua praktikkan agar quality time bersama si kecil dan seluruh anggota keluarga menjadi lebih optimal tanpa diukur dari berapa lama waktu yang dihabiskan.
Berikut beberapa langkah yang dapat ibu lakukan agar tetap dekat dengan anak meski harus menghadapi kesibukan harian.

Kedekatan ibu dengan anak sebenarnya sudah terjalin sejak bayi. Bonding yang kuat ini akan menjadikan anak terus terhubung dengan anak.
Seiring waktu berlalu, bonding ini harus terus diperkuat agar anak tetap merasa dekat dan inu selalu ada untuknya.

Peluk dan cium tetap diperlukan agar anak merasa nyaman dan terhubung dengan ibu.
Kontak fisik di sini menjadi sinyal rasa sayang dan cinta kepada si kecil. Kontak fisik dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tanpa dipaksakan sebenarnya kontak fisik ini merupakan dorongan naluri ibu terhadap si kecil.

Agar anak tergerak untuk menghabiskan waktu bersama adalah dengan menciptakan ritual keluarga yang seru dan menyenangkan.
Misalnya dengan bermain bersama, membaca buku bersama, atau menonton acara favorit di televisi. Bisa juga main interaktif game bersama mengingat sekarang ini banyak digandrungi anak-anak.
Ritual keluarga akan lebih seru bila dilengkapi dengan camilan atau minuman yang disenangi anak-anak. Ibu harus bijak memilih camilan yang dibuat dengan bahan alami pilihan berkualitas tinggi, tanpa pengawet, tanpa MSG, dan gluten free, sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari dan pas untuk seluruh keluarga seperti camilan Telur Gabus Kata Oma.
Hubungan yang dekat antara anak dan ibu harus terus terjalin karena sangat berkontribusi terhadap karakternya anak kelak. Anak yang selalu merasa disayang dan dicintai nantinya akan tubuh sebagai pribadi dengan identitas yang positif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya