Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream Travel, sudah tahu belum kalau pada 31 Januari 2018 nanti diprediksi bakal terjadi Gerhana Bulan Total (GBT)? Nah, tertarik untuk menyaksikannya langsung nggak?
Kalau ya, yuk ikutan kegiatan peneropongan yang diprakarsai Planetarium dan Observatorium, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan bertajuk 'Peneropongan Umum Gerhana Bulan Total Januari 2018' ini bakal digelar pada Rabu, 31 Januari pukul 17.00 WIB - 23.00 WIB. Lokasinya di Plaza Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.
Menariknya, kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis lho tanpa dipungut biaya apapun. Tapi, buat kamu yang berminat, diharuskan melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi formulir pada link berikut: https://bit.ly/TLE-31JAN2018.
Pendaftaran mulai dibuka secara resmi pada Rabu, 24 Januari 2018 pukul 09.00 WIB hingga Rabu, 31 Januari 2018 pukul 09.00 WIB.
Untuk diketahui, peristiwa GBT sendiri aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu semisal binokuler (kekeran) atau teleskop (teropong). Tidak berbahaya bagi kesehatan mata. Namun demikian, tatkala melihat dengan alat bantu optik dan mengamati Bulan dalam fase purnama cukup menyilaukan. Jadi, tidak pula disarankan berlama-lama terlebih saat cuaca cerah.
Dilansir dari planetarium.jakarta.go.id, proses GBT kali ini akan dimulai pada pukul 17:51:15 WIB dan berakhir pada pukul 23:08:27 WIB. GBT ini termasuk dalam kategori seri Saros 124 dan merupakan gerhana ke 49 dari total 74 kali dalam seri tersebut. Dalam hal ini, gerhana seri Saros 124 yang berikutnya (ke 50) akan terjadi 18 tahun lagi (12 Februari 2036), sebagian masyarakat Indonesia timur masih dapat melihatnya).

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya