Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Memiliki Wajah Proporsional. (Source: Shutterstock)
Dream - Setiap orang memiliki bentuk dan kondisi wajah yang berbeda-beda. Namun, penilaian orang lain di media sosial mengakibatkan terbentuknya standar kecantikan tertentu. Akhirnya, banyak orang yang berupaya untuk menyempurnakan penampilan agar sesuai standar tersebut dengan menggunakan makeup atau melakukan operasi plastik.
Meski begitu, perubahan bentuk atau struktur wajah tidak selamanya cocok bagi setiap orang. Apalagi, jika perubahan tersebut bersifat permanen seperti yang diterapkan ketika melakukan operasi plastik.
Maka dari itu, setiap pasien yang ingin melakukan operasi plastik untuk mengubah bentuk atau struktur wajah disarankan untuk berkonsultasi pada dokter kulit terlebih dulu.
" Sebagai dokter, enggak boleh main asal (menuruti permintaan pasien). Harus menyesuaikan bentuk wajah secara estetika umum. Jadi, harus konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bentuk wajah proporsional," ujar Dokter Kulit, Ingrid, dalam pembukaan Derma Express cabang Bintaro, Sabtu 14 Mei 2022.

Foto: Shutterstock
Wajah proporsional digambarkan dengan batang hidung yang lebih tegas serta bentuk wajah seperti huruf 'V' atau lancip. Kalau dari proporsi wajah, tambah dia, tulang pipi sampai ke dagu bentuknya v-shape, pointy.
" Tapi, bukan yang lancip banget. Garis wajahnya tetap halus dan terlihat proporsional," tutur Inggrid.
Kriteria tersebut mengakibatkan tingginya permintaan perawatan tanam benang pada hidung serta triple contouring untuk mewujudkan bentuk wajah yang lebih tirus.

Foto: Shutterstock
Selain itu, perawatan kulit pada dahi juga kerap dilakukan oleh wanita maupun pria untuk mengurangi kerutan. Pasalnya sejak menggunakan masker, penampilan dahi kerap menjadi perhatian.
Sehingga, sejumlah orang melakukan botox dahi agar terlihat awet muda. " Sekarang kan, sering pakai masker. Kerutan di dahi jadi perhatian. Sedangkan di dahi, cepat muncul kerutan halus akibat berekspresi. Jadi, harus segera diperbaiki dengan botox," tuturnya.

Foto: Shutterstock
Terlepas dari bentuk wajah proporsional, perawatan kulit untuk menghilangkan bekas jerawat juga menjadi favorit di kalangan pria. Terutama, pria yang kurang memahami pemakaian skincare.
" Pria juga sering melakukan acne scar treatment. Terutama, yang nggak terlalu ngerti pemakaian skincare. Jadi, terdapat bopeng di wajahnya yang perlu diangkat dengan treatment," ungkap Ingrid.
Terlepas dari perawatan yang ingin dilakukan, dia menyarankan untuk selalu berkonsultasi terlebih dulu dengan para ahli agar mendapatkan hasil sesuai keinginan, nyaman dipandang mata, serta baik untuk kesehatan kulit maupun tubuh.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan