Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Nyeri menstruasi tak tertahankan menghantui sebagian besar perempuan. Perubahan hormon dapat menyebabkan rasa sakit datang bersamaan.
Ini merupakan siklus alami yang menyebabkan perubahan di ovarium dan rahim wanita. Lapisan rahim yang bersiap menerima embrio akan terasa sangat sakit jika tidak dibuahi.
Proses penumpahan embrio pada lapisan tebal inilah yang menyebabkan terjadinya siklus mentruasi.
Lapisan rahim menghasilkan zat kimia yang disebut prostaglandin, sebuah zat kimia ini berhubungan dengan ketidaknyamanan selama siklus menstruasi. Sebab, menstimulasi otot-otot uterus.
Sedangkan kram menstruasi adalah hasil dari kontraksi yang menyakitkan atau berlebihan dari otot uterus. Dilansir dari Boldsky, otot-otot ini menekan pembuluh darah yang memnyebabkan suplai oksigen ke uterus terputus.
Nah, karena kekurangan oksigen itulah maka timbul rasa sakit dan kram. Rasa sakit yang menjealar ke bagian belakang dan perut itulah disebut dysmenorrhea.
Selain menyebabkan rasa tidak nyaman, dysmenorrhea yang berlebihan dapat menganggu aktivitas seseorang. Jika kamu sering merasakan keluhan yang sama, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk meredakannya.
1. Kompres air hangat

Mengompres perut bagian bawah dengan air hangat dapat meredakan rasa nyeri. Cara ini akan membantu membuat tubuh tetap bebas bergerak.
2. Pijat

Pijat bagian perut, punggung dan bagian sekitarnya selama 15 menit untuk mengurangi kram hingga 90 persen. Tambahkan minyak esensial untuk memijat. Kamu bisa memanfaatkan minyak zaitun atau minyak kelapa. Aromaterapi memiliki manfaat tambahan untuk menangkan pikiran.
3. Makanan yang harus dihindari

Sebaiknya hindari makanan yang menyebabkan retensi air atau perut kembung. Jauhi minuman yang berkarbonasi, kafein, makanan berlemak dan kelebihan garam karena mengacaukan kadar gula darah dan memperparah kram.
4. Olahraga

Lakukan latihan fisik apa saja yang dapat membuat tubuh terasa bugar, menjaga otot-otot tetap sehat. Otot yang sehat dapat mengurangi kontraksi otot-otot uterus. Latihan seperti ini sebaiknya dilakukan sebelum periode menstruasi.
Berjalan-jalan atau bersantai dengan gerakan yoga menjadi olahraga yang dianjurkan. Lakukan latihan untuk melepas endorfin yang membuat pikiran bahagia dan gejala-gejala menstrusi hilang.
5. Diet

Cobalah untuk meninggalkan kebiasan buruk mengonsumsi junkfood. Ganti dengan makanan kaya serat, vitamin, zat besi dan asam lemak omega 3.
Konsumsi pepaya, almon, biji labu, brokoli, beras merah, minyak zaitun, sayuran hijau, ikan dan ayam yang kaya kandungan di atas.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

