6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Jahe Kerap Dijadikan Campuran Obat Herbal. (Foto: Pexels.com)
Dream - Jahe merupakan bahan alami yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tak heran jika jahe kerap dijadikan campuran obat herbal.
Rasa dan baunya juga sangat khas. Sehingga jahe kerap digunakan pada masakan khas Indonesia. Dilansir dari Times of India, berikut manfaat yang didapatkan ketika mengonsumsi jahe.
Mencegah kerusakan sel
Kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada jahe dapat mencegah stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan proses yang berkaitan dengan beberapa penyakit seperti diabetes, stroke dan kanker.
Hal ini terjadi ketika terlalu banyak molekul radikal bebas yang diproduksi oleh proses metabolisme.
Penelitian pada 2017 juga membuktikan bahwa jahe dapat menyeimbangkan meningkatkan kadar antioksidan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan ketika tubuh terpapar zat berbahaya. Jika tubuh mengalami stres oksidatif, kondisinya bisa menjadi kronis dan memicu serangan jantung atau rasa sakit seperti arthritis.
Berdasarkan penelitian pada 2001, konsumsi ekstrak jahe dua kali sehari selama 6 minggu berhasil meredakan rasa sakit di lutut akibat peradangan pada pasien osteoarthritis.
Membantu mengatasi mual
Ini merupakan fakta yang telah diketahui banyak orang bahwa jahe dapat membantu mengatasi mual dan muntah. Maka dari itu, jahe seringkali disarankan untuk ibu hamil yang mengalami morning sick.
Penelitian pada 2019 membuktikan bahwa konsumsi 250 miligram kapsul jahe selama 4 hari berhasil meredakan mual dan muntah pada wanita hamil.
Jahe dapat menghambat produksi bahan kimia yang memicu kontraksi pada uterus dan menyebabkan nyeri haid. Penelitian membuktikan bahwa 750-2000 miligram bubuk jahe dapat meredakan nyeri haid di hari ketiga sampai keempat.
Meregulasikan kadar gula darah
Bahan alami ini diklaim dapat mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Penelitian membuktikan pasien yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe setiap hari berhasil mengontrol kadar gula darah.
Jahe bisa dikonsumsi dengan berbagai cara. Mulai dari dicampur dengan teh, kari, smoothies, kue hingga dibuat menjadi infused water.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya