Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(shutterstock.com)
Dream - Terdapat banyak cara menjaga kulit tetap sehat. Tidak harus konsultasi ke dokter, Sahabat Dream hanya perlu mencarinya dari internet.
Namun, kamu juga harus pintar-pintar dalam memilah informasi yang didapatkan. Beberapa di antaranya hanyalah mitos, bahkan berbanding terbalik dengan faktanya.
Berikut 5 mitos kulit yang berhasil diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Estetika, Maria Charlotte saat dijumpai Dream di bilangan Jakarta Selatan, Selasa lalu.
Kulit Orang Indonesia Lebih Kuat Terpapar Matahari
Faktanya, tidak semua kulit orang Indonesia maupun Asia kuat akan paparan matahari. Hanya saja, orang berkulit gelap memang lebih kuat terkena paparan matahari karena kandungan melaninnya lebih banyak.
" Melanin pada orang yang kulitnya lebih gelap memang lebih banyak. Jadi, ketahanannya lebih tinggi. Tapi, bukan berarti tidak diharuskan pakai sunblock," ungkap Maria.

Semakin Tinggi Kandungan SPF, Semakin Baik
Nyatanya, kandungan SPF pada sunblock atau sunscreen harus dipakai sesuai kebutuhan karena kandungan minyaknya juga bisa merusak kulit.
" Sunblock itu dipakai secukupnya sebanyak 3 kali sehari. Disesuaikan saja kandungannya dengan aktivitas. Untuk di luar ruangan, SPF 50. Ke kantor, SPF 15 atau 30. Ketika berenang, perlu pakai sunblock yang waterproof," kata dokter cantik yang akrab dipanggil 'Cherry' ini.
Harus Sering Menggunakan Exfoliating Agent
Membersihkan kotoran dan sel kulit mati memang penting dilakukan. Namun, penggunaan exfoliating agent hanya perlu dilakukan beberapa kali seminggu, bahkan 2 minggu sekali agar tidak iritasi.
" Kalau over-exfoliate, kulit akan dipaksa mengelupas dan iritasi. Akibatnya, kulit kehilangan fungsi proteksi dan mudah terserang penyakit maupun infeksi," imbuhnya. (ism)
Wajah Kesat Jadi Tanda Wajah Bersih
Tidak selamanya kulit kesat itu bersih. Justru, terkadang hal tersebut menandakan bahwa pembersih wajah yang digunakan kurang tepat karena telah mengikis kelembapan alami kulit.

" Memilih pembersih wajah itu yang penting kandungannya cocok dengan kondisi maupun masalah kulit. Aftertaste-nya seperti apapun tetap tidak relevan. Kalau pembersihnya bisa meredam jerawat, berarti bagus," ujarnya.
Kulit Berminyak Tidak Butuh Pelembap
Ini merupakan mitos paling penting untuk dihindari, karena NMF (Natural Moisturizing Factor) pada seseorang akan berangsur-angsur berkurang sejak usia 20 tahun.
Itulah sebabnya, pelembap dibutuhkan semua jenis kulit untuk menjaga kelembapan dan penuaan dini.

" Kelembapan kulit akan mulai berkurang dari usia 20 tahun. Jadi, sangat penting dijaga terus mulai dari pubertas. Yang penting, pilih pelembap sesuai dengan kulit masing-masing saja" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam