Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Banyak cara dilakukan rakyat Indonesia untuk memeringati kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Masyarakat di berbagai wilayah biasanya menggelar beragam lomba untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan atau dikenal dengan 17an.
Balap karung, panjat pinang, hingga memancing, tentu sudah tidak asing bagi masyarakat. Lomba-lomba itu memang selalu diadakan saban 17an. Namun tidak hanya perlombaan, masyarakat Indonesia juga biasa memeringati hari kemerdekaan dengan berbagai tradisi unik di daerah masing-masing.
Indonesia memang negara besar dengan segudang tradisi untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan. Berikut ini, beberapa tradisi unik dalam merayakan kemerdekaan Indonesia dari berbagai daerah:
Pertama adalah Telok Abang dari Palembang, dimana pedangan kecil di Palembang akan memenuhi jalan-jalan untuk menjual beberapa kerajinan tangan tradisional bernama Telok Abang (Telur Merah).
Pada dasarnya telur berwarna merah yang sudah dicat akan ditempatkan di dalam mainan dalam bentuk kapal, pesawat, becak dan kereta api.
Warna merah sendiri menggambarkan keberanian, sedangkan bagian putih di dalam telur melambangkan kesucian, seperti Bendera Merah Putih.
Selanjutnya ada Pawai Jampana, tradisi yang biasanya dilakukan masyarakat Bandung, sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen yang dituai masyarakat sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Terdapat puluhan tandu besar yang berisikan hasil bumi, kerajinan lokal, dan berbagai macam makanan yang akan dibawa empat orang, dalam parede ini.
Tradisi unik lainnya ada di Semarang, tepatnya di Desa Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur, yang dinamakan Estafet Obor.
Dalam tradisi ini, atlet terbaik Semarang akan melakukan estafet dengan obor untuk mengenang semangat patriot saat memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.
Selanjutnya ada tradisi dari masyarakat Lombok, yang mengadakan lomba Peresean yang menghadirkan pepadu (gladiator) ternama untuk bertarung dari segi kelincahan.

Peresean merupakan seni pertunjukan tradisional masyarkat Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dimana pepadu dari berbagai pelosok Lombok berperang dengan tongkat rotan dan tameng yang terbuat dari kulit sapi agau kerbau.
Terakhir, ada kompetisi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu Lomba Dayung Perahu Naga.

Acara ini digelar secara rutin setiap tahunnya di Sungai Martapura, yang sudah ada sejak tahun 1924.
Sumber: Wonderful Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya