Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan Bantuan Usaha Pariwisata akan segera cair. Pihaknya segera menggelar koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.
" Kami akan melakukan koordinasi dengan kementerian lembaga terkait untuk memastikan sisi kepatuhan," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing.
Sandiaga memastikan dana akan diterima pelaku usaha yang belum mendapatkan bantuan dari kementerian lain. Pihaknya akan memantau proses penyaluran dana agar tepat sasaran.
" Kita akan melacak jika ada pelaku yang mendapatkan bantuan di dua kementerian sekaligus, harapannya agar kegiatan kita tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," terang Sandiaga.
Selanjutnya, Sandiaga mengatakan sebanyak 550 pelaku usaha penerima BPUP telah mendaftar pada sistem yang disiapkan Kemenparekraf. Mereka mendaftar pada periode 15-26 November 2021.
Pada Senin, 13 Desember 2021, para penerima bantuan diarahkan untuk membuka rekening secara massal di Bank BRI. Dana akan ditransfer ke rekening tersebut.
Sandiaga juga mengatakan proses transfer akan dijalankan pada Jumat, 17 Desember 2021. Transfer akan dilakukan secara bertahap dan penerima dapat memanfaatkan dana tersebut untuk melanjutkan usaha.
© Dream
Untuk mencegah potensi penyelewengan dana, Kemenparekraf mulai menerapkan Aplikasi Whistleblowing System. Sandiaga mengakui ini bukan hal baru dalam mewujudkan Good Governance tetapi belum diterapkan di Kemenparekraf.
Langkah ini diambil untuk mengedukasi seluruh lingkup Kemenparekraf tentang pemahaman pengelolaan keuangan negara yang 100 persen berasal dari publik untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
" Kita tidak ada kompromi, saya akan secara tegas menyatakan bahwa jika ada laporan yang kredibel, yang ditindaklanjuti sesuai dengan sistem yang sudah dibangun yang menunjukan bahwa ada pelanggaran dari penyelenggaraan pemerintahan yang berpotensi menimbulkan pidana korupsi itu harus betul-betul diproses secara hukum," terang Sandiaga.
Kemenparekaf akan melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap penggunaan aplikasi WBS. Sandiaga juga meminta masyarakat tidak takut untuk melapor, selama datanya akurat, terverifikasi dan kredibel.
Laporan: Anzila Riskia Putri
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan