Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pixabay.com
Dream – Banyak pasangan suami istri yang sangat menginginkan anak kembar. Untuk mendapatkannya memang tak mudah, karena faktor genetik berperan begitu besar.
Mereka yang memiliki kakek, ibu atau saudara kembar, memiliki kesempatan besar untuk punya anak kembar, karena genetik. Lalu bagaimana pasangan yang tak punta keturunan kembar?
Ternyata ada trik-trik khusus yang bisa dilakukan. Kehamilan kembar sendiri terdiri dari dua jenis yaitu kembar tidak identik dan kembar identik.
Kembar tidak identik atau disebut juga dengan fraternal merupakan jenis kehamilan yang terjadi karena dua sel telur yang berbeda dibuahi oleh dua sprema yang berbeda pula.
Sedangkan kembar identik atau disebut juga dengan monozigot merupakan kehamilan yang terjadi karena satu sel telur yang telah dibuahi terpisah dan berkembang menjadi dua janin.
Penasaran bagaimana cara meningkatkan kemungkinan memiliki anak kembar? Simak saja informasi berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.
© pixabay.com
Peluang untuk memiliki anak kembar semakin besar ketika sang wanita telah menginjak usia 35 tahun. Mengapa demikian?
Pada rentan usia tersebut, para wanita juga telah memasuki masa pre-menopause. Pada masa pre-menopause ini, indung telur akan mengeluarkan telurnya lebih dari satu setiap bulannya. Namun, jika wanita mengandung bayi kembar pada rentan usia 35 tahun nantinya akan cenderung memiliki anak kembar tidak identik.
© pixabay.com
Para dokter akan memberikan asupan asam folat kepada para ibu hamil. hal tersebut dikarenakan asam folat bisa mengurangi risiko janin terkena suatu penyakit ataupun gangguan kesehatan.
Tidak hanya untuk ibu hamil saja, ternyata untuk dapat memiliki anak kembar, asam folat juga berperan penting. Mengonsumsi asupan asam folat yang tinggi akan meningkatkan kesempatan kalian untuk dapat memiliki anak kembar.
Bagi Sahabat Dream yang sedang menjalankan program memiliki anak kembar, sebaiknya mulailah mengonsumsi asupan asam folat sebulan sebelum terjadinya pembuahan. Asam folat juga sangat banyak ditemukan di beberapa bahan makanan seperti ikan laut, sayuran hijau, alpukat, serta kacang merah.
© pixabay.com
Cara membuat anak kembar yang satu ini memang terdapat pro dan kontranya. Pada umumnya, jika para wanita memutuskan untuk berhenti mengonsumsi pil kb maka tubuh akan secara otomatis akan mengalami fase penyesuaian hormon kembali.
Pada fase ini, indung telur akan memproduksi sel telur lebih banyak dari biasanya. Untuk itu, terdapat beberapa pendapat yang mengatakan pada fase ini kesempatan untuk dapat memiliki anak kembar menjadi lebih besar.
© pixabay.com
Trik hamil anak kembar selanjutnya adalah dengan mengonsumsi obat kesuburan. Obat kesuburan ini nantinya akan merangsang indung telur untuk memproduksi lebih dari satu sel telur. Dengan adanya lebih dari satu sel telur yang dikeluarkan, maka kesempatan untuk memiliki anak kembar menjadi lebih besar.
© pixabay.com
Bagi kalian yang sedang menjalankan program memiliki anak kembar, terdapat beberapa makanan tertentu yang bisa membantu untuk meningkatkan kesempatan tersebut.
Untuk para pria, sangat membutuhkan asupan zinc yang banyak sebab zinc mampu untuk memproduksi sperma menjadi lebih banyak, cepat dan sehat. Makanan yang mengandung asupan zinc seperti misalnya sereal, roti, gandum hingga sayuran hijau.
Bagi perempuan yang ingin memiliki anak kembar, konsumsi makanan berzat besi dan asam folat yang tinggi.
Dengan mengonsumsi ubi, juga bisa meningkatkan kesempatan yang lebih untuk memiliki anak kembar. Kandungan yang terdapat di dalam ubi dapat memicu terjadinya hyperovulation. Hyperovulation merupakan kondisi di mana sel telur diproduksi lebih dari satu dengan kondisi yang matang lebih cepat.
© pixabay.com
Saat ini, sudah banyak sekali cara mendapatkan kembar yang dilakukan melalui intervensi medis. Mulai dari memberikan asupan suplemen hingga bahkan melakukan tindakan bayi tabung.
Untuk menggunakan asupan suplemen, para dokter akan memberikan suplemen hormon estoogen ataupun obat seperti Clomiphene sitrat. Obat ini mampu untuk meningkatkan terjadinya ovulasi dengan beberapa sel telur (hyperovulation).
Di sisi lain, terdapat metode bayi tabung atau dalam bahasa medis yaitu in-virto fertilitation (IVF). Meskipun demikian, menggunakan metode IVF tidak akan selamanya selalu berhasil.
Namun, metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dari metode apapun. Untuk itu, banyak sekali artis yang rela mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memiliki anak kembar dengan menggunakan metode IVF.
(Sumber: honestdocs)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya