Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Seorang teman akan jadi sahabat apabila kita merasa nyaman saat bercerita baik kabar bahagia maupun duka. Sayangnya mencari seorang sahabat tak bisa semuda membalik telapak tangan. Kita tidak pernah bisa menyelami isi hati teman dekat secara persis.
Mungkin kamu pernah berhadapan dengan teman yang diam-diam merasa iri saat kita berada di titik bahagia. dalam tingkat yang lebih parah, teman yang kita kira sahabat ternyata sering berupaya menjatuhkan diri kita dengan ragam cara tanpa kita sadari.
Nah, sebaiknya Sahabat Dream berhati hati dengan kondisi tersebut karena fake friend bisa terjadi kapan dan di mana saja. Tentu saja berbaik sangka akan lebih baik dan mengikhlaskan diri jika ternyata tak sesuai harapan.
Yup, fake friend adalah mereka yang selalu terlihat baik di depan namun terus berusaha menjatuhkan persona serta harga diri kita dari belakang.
Berikut 7 ciri fake friends yang harus segera dihindari:
Sifatnya yang egois akan terlihat ketika ia hanya menghubungi kamu saat sedang membutuhkan bantuan. Namun saat senang, ia bahkan tidak pernah menanyakan kabarmu dan hanya memkirkan kehidupannya sendiri.
Kamu harus bisa membedakan mana yang mengandalkan dan mana yang hanya memanfaatkan keberadaan mu.

2. Hanya membahas gosip
Teman yang topik obrolannya hanya seputar membicarakan orang lain atau bergosip adalah ciri teman yang sangat toxic. Ia bisa saja membicarakan kamu ketika kamu sedang tidak bersamanya.
Teman seperti ini biasanya banyak menilmbulkan drama dan fitnah.
Saat bersamanya kamu akan cenderung menutup diri sehingga tidak menjadi diri sendiri, ia akan banyak mengubahmu untuk menjadi apa yang dia inginkan.
Seperti cara bergaya dan berinteraksi, ia ingin lebih mendominasi dan tidak mempedulikan kamu. Jika dibiarkan hal tersebut dapat membuatmu stres bahkan tertekan.

4. Mudah berbohong
Teman yang suka berbohong akan cenderung melebihkan dirinya sendiri agar terlihat baik dan disukai orang lain. Tipe seperti ini tidak bisa dijadikan teman dekat karena hidupnya penuh kebohongan dan omongannya sulit dipercaya, biasanya tipe pertemanan seperti ini ia akan sulit menjaga rahasia.
Ia sering kali mengomentari penampilan atau perilakumu di depan umum, bahkan ia tak segan untuk memberikan lontaran negatif kepada mu.
Padahal seorang teman yang baik akan mengingatkanmu secara pribadi dan tidak mau menyakiti perasaanmu, bahkan seharusnya memberikan motivasi dan semangat.
7. Mudah iri
Apapun pencapaian mu, ia tidak pernah memberikan selamat bahkan malah meremehkan. Ia juga seringkali melontarkan kata kata yang menyakitkan hati sehingga kamu kehilangan rasa percaya diri dan semangat.
Kamu harus bisa bedakan menghina dan memotivasi, banyak teman yang mengaku sedang memotivasi namun perkataannya cenderung menjatuhkan.
Perlu kamu ingat bahwa saat kamu berada di lingkungan yang toxic, bisa jadi kamu akan terseret ke dalam hal toxic juga.
Maka cermatlah dalam memilih teman, jika kamu memiliki teman dengan ciri-ciri di atas sebaiknya hindari mereka untuk jadi sahabat mu.
Karena sejatinya sahabat adalah orang yang bisa dipercaya, selalu suportif, tidak menyakiti perasaan teman dan tentunya akan merasa bahagia saat bersamanya.
Ketika kamu merasa lelah setiap kali berinteraksi dengan mereka, kamu akan kehilangan kebahagiaan dan cenderung merasa tertekan. Belajarlah untuk berkata tidak dan jangan biarkan dirimu menjadi people pleaser.
(Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Sehatq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya