Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Ilustrasi Abu Dhabi (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Demi menangani kasus virus corona penyebab Covid-19, Pemerintah Abu Dhabi mewajibkan para pendatang yang tiba untuk mengenakan gelang elektronik.
Gelang ini merupakang alat pelacak untuk memastikan para pendatang mematuhi aturan karantina dan mencegah penularan Covid-19.
Dikutip Dream dari laman Lonely Planet, saat tiba di bandara, para pendatang akan melewati sensor termal dan uji Covid-19.
Kemudian mereka juga diharuskan melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan memakai gelang pelacak yang diberikan petugas untuk pemantauan.
© Ilustrasi Abu Dhabi (Foto: freepik.com)
Seperti banyak negara lainnya, Uni Emirat Arab telah mengalami kenaikan tahap kedua dalam kasus Covid-19 setelah mengalami penurunan kasus dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun jumlah kematian tetap jauh lebih rendah daripada bulan April dan Mei saat puncak wabah.
UEA mencatat jumlah kasus harian baru tertinggi terjadi pada 12 September 2020 kemarin. Negara ini telah memperkenalkan sejumlah cara yang inovatif untuk membasmi virus corona di bandara internasionalnya.
Bandara yang pernah menjadi bandara tersibuk di dunia itu, bulan lalu melatih anjing khusus untuk mendeteksi Covid-19 pada para penumpang. Maskapai Emirates berjanji akan menanggung biaya perawatan para pendatang jika ada yang dinyatakan positif Covid-19.
© Ilustrasi bandara internasional Abu Dhabi (Foto: pixabay.com)
Beberapa tempat lain di dunia juga telah menerapkan atau sedang mempertimbangkan teknologi geolocation atau teknik mengidentifikasi lokasi geografis seseorang atau perangkat melalui informasi digital yang diproses melalui internet.
Misalnya, di negara Singapura, para pendatang yang baru tiba di bandara diwajibkan memakai perangkat pemantau elektronik sejak pertengahan Bulan Agustus lalu.
Sementara di Hawai sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan wisatawan untuk melakukan karantina di ‘resort bubble’ sambil dilengkapi dengan alat pelacak.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?