Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Acara International Chefs Day 2017 Digelar Nestle Di Jakarta, 20 Oktober 2017 (Foto: Gladys/ Dream)
Dream - Salah satu keluhan yang sering dilontarkan para orangtua terkait kebiasaan makan anak yaitu anak-anak sulit sekali makan buah dan sayur. Saat disediakan sayur yang dimasak sendiri, mereka tak mau memakannya sama sekali.
Padahal kandungan serat dan vitamin dalam sayuran sangat dibutuhkan anak. Baik untuk kesehatan pencernaan dan mendukung pertumbuhannya lebih optimal. Hasil studi yang dilakukan oleh Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Kementerian Kesehatan RI juga menunjukkan jika anak-anak usia 5-12 tahun mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur.
Jika anak Anda termasuk yang juga tak suka sayur dan buah, coba libatkan si kecil untuk mengolahnya. Mulai dari berbelanja, mencuci, memotong dan memasaknya. Olah sayur dengan resep berbeda yang menggugah selera makan anak.
Dengan melibatkan anak-anak memasak, bisa 'merayu' mereka untuk mencicipi. Seperti yang dilakukan tim dari Nestle Indonesia yang menggelar perayaan International Chefs Day 2017, dengan mengajarkan anak-anak SD memasak.
" Nestle Healthy Kids adalah program mengajarkan anak-anak sekolah terutama SD untuk mengetahui dan meningkatkan awareness tentang gizi baik, gaya hidup sehat, dan juga pentingnya menjaga lingkungan," ujar Debora R. Tjandrakusuma, Direktur Legal and Corporate Affairs Nestlé Indonesia, di Kuningan, Jakarta Selatan, Jum'at, 20 Oktober 2017.
Sebanyak 24 anak dari 4 sekolah dasar di Jakarta diundang untuk belajar memasak makanan sehat yang komposisinya terdiri dari buah-buahan dan sayuran.

" Ini acara ketiga kita hasil kerja sama dengan ACPI (Association of Culinary Professionals Indonesia). Ini global program untuk merayakan International Chefs Day 2017, tujuannya untuk menghormati profesi chef yang biasa mengajarkan cara memasak yang baik dan supaya menularkannya kepada anak-anak ini," ujar Debora.
Chef Stefu Santoso dari ACPI, memandang dengan terlibatnya anak-anak dalam proses memasak dan memilih bahan baku masakan, akan membuat anak-anak mengenal lebih banyak
macam sayuran dan buah sehingga lebih kreatif dalam berkreasi memadu rasa dan tampilan makanan. Cara ini juga efektif membuat anak penasaran mencoba dan membuat mereka lebih menyukai sayuran.
" Anak-anak tidak suka sayur dan buah, kita ajarin dengan cara yang menarik ini, dengan pilihan buah yang warna warni, kandungannya apa, demo masak melibatkan mereka hingga mereka
tertarik mencicipi dan bisa jadi suka buah dan sayur, serta menjadi terbiasa dan membawa kebiasannya kepada teman-temannya dan terbawa sampai dewasa," kata Debora.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?