Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Pulau Morotai di Maluku Utara termasuk satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf). Salah satu andalannya yang sudah dikenal adalah wisata bahari.
Memiliki luas 1.800 kilometer persegi (m2), Pulau Morotai terdiri dari lima gugusan pulau. Salah satu yang cukup terkenal adalah Pulau Kolorai yang merupakan kampung nelayan.
Pulau Koloral sudah diresmikan sebagai kampung wisata pada 2021 lalu.
Desa wisata Pulau Kolorai terlatak di Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Kamu bisa menemukan surga bawah laut yang terdapat beberapa peninggalan sejarah dan tentu saja terumbu karang yang indah.

Penasaran nggak sih aktivitas seru apa aja yang bisa kamu lakukan di Pulau Kolorai?
Bermain di Bawah Laut
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeksplorasi wisata bawah laut di Pulau Koloral.
Kamu bisa melakukan snorkeling dekat dermaga dan melihat kekayaan berupa terumbu karang cantik dengan beragam ikan hias.
Diving dan Temukan Peninggalan Sejarah
Jika kamu ingin menyelam lebih jauh, kamu bisa menemukan spot peninggalan sejarah Perang Dunia Kedua di pulau ini
Di dasar air laut yang jernih, terdapat jejak-jejak alat perang, seperti bangkai kapal laut, pesawat tempur, bahkan truk yang tengelam, yang semuanya saat ini dipenuhi dengan terumbu karang.

Peninggalan yang kamu temukan menjadi saksi sejarah hadirnya pangkalan militer sekutu di Pulau Morotai.
Jika kamu ingin memacu adrenalin, untuk berenang bersama hiu sirip hitam, kamu bisa kunjungi Mitita Shark Point.
Homestay Warna-Warni
Selain dikenal sebagai desa nelayan, kamu juga bisa menemukan kampung warna-warni, yang setiap rumah penduduknya memiliki cat warna-warni.
Tak hanya berkunjung untuk melihat keindahannya, kamu juga bisa mencoba nginap, di salah satu rumah warga yang dijadikan homestay.
Kuliner Seafood
Di kenal sebagai desa nelayan, kamu tentu akan mudah menemukan kuliner seafood yang segar dan lezat.
Salah satu kuliner khas Pulau Kolorai yang tak boleh dilewatkan adalah sashimi milik mereka.
Berbeda dengan sashimi dari Jepang, sashami ala Pulau Kolorai terbuat dari gohu ikan atau potongan ikan tongkol yang diberi bumbu pedas, dan dimakan bersama sagu atau pisang goreng.
Ikan Asin Sebagai Oleh-Oleh
Tidak ada yang mengalahkan lezatnya makan nasi panas bersama sambal dan ikan asin! Kamu bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Pulau Kolorai.
Jika kamu penyuka makanan pedas, buah tangan untuk tetangga atau sanak keluarga bisa ditambah dengan membeli sambal dabu-dabu..
Jika tidak ingin membawa oleh-oleh kuliner, kamu bisa membeli kerajinan tangan ibu-ibu desa, yaitu anyaman dari buro-buro atau pandan berduri yang sudah disulap jadi topi, tas, gelang, hingga tikar.
(Sah, Sumber: Wonderful Indonesia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya