Alasan Setir Mobil Harus Lurus Saat Parkir, Sudah Tahu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Desember 2019 08:12
Alasan Setir Mobil Harus Lurus Saat Parkir, Sudah Tahu?
Setir lurus berpengaruh terhadap kaki-kaki mobil.

Dream - Mungkin kamu mengira parkir mobil dengan posisi setir lurus hanya untuk alasan estetika. Padahal, meluruskan setir saat parkir sesuai garis adalah salah satu hal yang harus dilakukan.

Posisi setir lurus berpengaruh terhadap sistem power steering, khususnya pada model hidrolis. Posisi tersebut membuat power steering jadi makin awet.

Dikutip dari Suzuki, 3 Desember 2019, power steering hidrolis bekerja memakai cairan minyak atau oli yang menghasilkan tekanan pada rack steer. Tekanan ini meringankan beban kerja tangan ketika memutar setir untuk membelokkan ban.

Saat ban sedang dibelokkan pada satu sisi, tumpuan beban tekanan oli power steering akan berada pada salah satu bagian. Ketika kondisi mesin mati, oli akan terus tertekan dan tidak bersirkulasi.

 

1 dari 5 halaman

Efek Buruk Setir Tidak Lurus

Ada efek buruk setir mobil tak lurus saat diparkir. Seal dan jalur oli tidak akan bisa lagi menahan beban dan sewaktu-waktu bisa jebol.

Saat oli power steering bocor, setir akan terasa lebih berat ketika dibelokkan. Tapi, gejala berbeda tidak ditemukan pada mobil yang sudah dilengkapi dengan electric power steering (EPS).

EPS mengandalkan motor elektrik untuk memberi tekanan pada rack steer. Tak seperti power steering hidrolis yang mengandalkan oli, motor elektrik pada EPS mendapat tenaga listrik dari perintah ECU yang bekerja mengikuti putaran mesin.

Parkir dengan posisi ban lurus atau miring tidak berpengaruh pada mobil dengan EPS. Saat mesin mati, tidak ada penyaluran tenaga ke ECU atau perangkat elektrikal lain.

Walaupun parkir dalam keadaan ban berbelok, motor elektrik pada sistem EPS tidak mendapat asupan energi listrik. Hal inilah yang membuatnya tidak terbebani, seperti halnya pada power steering jenis hidrolis.

2 dari 5 halaman

Cara Pintar Cegah Kulit Jok Motor Pecah-pecah

Dream - Setiap sepeda motor selalu dilengkapi dengan jok yang empuk dan nyaman. Biasanya, jok dibungkus dengan kulit.

Kulit yang dipakai untuk jok biasanya terdiri dari tiga jenis yaitu sintetis, domba atau sapi. Kulit sintetis merupakan bahan yang kerap dipakai pabrikan sepeda motor. 

Tetapi, bahan sintesis tidak bisa bertahan lama. Tingkat ketahanan bahan terhadap cuaca tidak terlalu tinggi, kurang lebih hanya empat tahun dan bisa lebih cepat rusak bergantung pada pemakaian.

Lalu, bagaimana caranya merawat kulit sintesis?

Dikutip dari Suzuki, Senin 2 November 2019, perawatan kulit sintesis ini sebenarnya tidak sulit. Kamu cukup menggunakan lotion khusus kulit jok motor. Cairan ini sudah banyak dijual di pasar. 

3 dari 5 halaman

Mengapa Pakai Lotion?

Lotion khusus jok motor diperlukan karena kulit sintesis mudah kering. Jika terlalu lama kering, kulit sintetis akan mudah pecah. 

Kamu cukup rutin mengoleskannya satu hingga dua bulan sekali. Cairan ini berfungsi untuk menjaga kelembapan dan elasitisitas kulit sehingga tidak mudah pecah.

Kulit sintesis memerlukan kelembapan supaya polyurethan tidak kering. Polyurethan adalah sejenis karet yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan kulit sintesis. 

Untuk kulit asli, perawatan dengan lotion ini tetap diperlukan untuk menjaga kelembapannya. Bedanya, kamu bisa menggunakan mink oil dari lemak untuk merawat kulit jok asli.

4 dari 5 halaman

Musuh Bebuyutan Jok Kulit Sintetis Mobil, Apes Bila Sampai Kena

Dream – Jok kulit memang praktis dipasang di mobil. Selain nyaman, kesan mewah juga terlihat saat tunggangan kamu menggunakan jenis jok ini.

Menggunakan bahan alami, jok kulit memang tidak mudah kotor oleh noda, mudah dibersihkan atau dirawat. Tapi jangan salah Sahabat Dream. Ada satu noda yang paling dihindari lho.

Tinda ternyata menjadi musuh bebuyutan bagi jok kulit.

Dikutip dari OTO.com, Kamis 22 Agustus 2019, tinta `haram` hukumnya melakukan kontak langsung dengan bahan kulit sintesis. Digital Creative Division Manager Mbtech, Edi Pamungkas, mengatakan tinta sangat jahat jika menyerang kulit sintetis.

" Kelemahan bahan kulit sintetis, kalau kena ballpoint (tinta) tidak bisa hilang. Semua bahan kulit sintetis belum ada yang bisa sembuh kalau kena coret ballpoint," kata Edi di Medan, Sumatera Utara.

Edi bahkan pesimistis jok kulit akan kembali berkilau jika sudah terken noda tinta. Dia mengimbau pemilik mobil agar tidak percaya dengan bahan yang diklaim bisa membersihkan tinta di jok kulit sintetis.

Ada anggapan bahwa cairan penolak serangga bisa membersihkan tinta di jok kulit. Edi mengatakan cairan ini justru malah membuat jok kulit tiruan akan rusak.

" Seolah bersih, padahal dengan itu menghilangkan pelapisnya. Kalau coating sudah hilang, tiga bulan pasti rusak, karena tak ada pelindungnya," kata dia.

5 dari 5 halaman

Kucing Juga Jadi `Musuh`

Edi mengatakan binatang peliharaan seperti kucing juga bisa menjadi musuh jok kulit sintetis. Sesuatu yang tajam bisa dengan mudah merusak bahan ini.

“ Kalau punya atau ada kucing, mesti rusak itu. Biasanya jok motor, ya,” kata dia.

Ada juga kosmetik yang mengandung material tertentu.

“ Beda-beda, misal minyak rambut yang terlalu keras (kandungan bahan kimia), bisa lama-lama merusak. Ada juga yang dari parfum, kena semprot terus-menerus. Lama-lama ya pasti rusak,” kata Edi.

Beri Komentar