Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alenka & Margo (Instagram @alenkaandmargo)
Dream - Selain pakaian, item fashion lain yang membuat penampilan semakin memesona adalah aksesoris. Sering kali busana yang terlihat biasa saja malah menjadi pusat perhatian karena pemakaian aksesoris yang pas.
Melihat pentingnya kehadiran sebuah aksesoris fashion, banyak pelaku bisnis yang berkreasi untuk menghasilkan perhiasan terbaik.
Alenka & Margo merupakan salah satu pejuang di bidang aksesoris yang sedang menjajal pasar modern. Label ini memulai produksi sejak 2015 lalu dan seluruh produk menggunakan emas serta perak dari Bali yang dibuat dengan tangan (handmade).

CEO Alenka & Margo, Rani Tachril menjelaskan nama Alenka diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti murni, sehat dan beruntung. Margo berarti mutiara yang merepresentasikan kemurnian serta keluguan.
" Nama ini merupakan doa agar aksesoris kami bisa menjadi sumber keburuntungan bagi pemakainya," tutur Rani Tachril, CEO Alenka & Margo di Plaza Indonesia, pada Senin 2 April 2018.
Tidak hanya menyalurkan inspirasi, Rani ingin Alenka bisa membangkitkan keanggunan, budaya, alam Indonesia dengan koleksi elegan, modern dan up to date.

Alenka & Margo memiliki empat koleksi, yakni Nias, Laut, Suku dan Bunga Collection. Nias Collection terdiri dari 8 look yang mencerminkan adat Nias. Kemudian, Laut Collection terinspirasi dari terumbu karang, terumbu gua, terumbu gua menggunakan giok, ombak dan rumput laut.

Selanjutnya, Suku Collection terinspirasi dari watak dan budaya suku Jawa, Sumatra, Bali, Peranakan serta Papua. Sedangkan Bunga Collection terinspirasi dari filosofi bunga Anggrek, Jepun, Lotus dan Jempiring.
" Koleksinya diambil dari cerita sejarah kebudayaan Indonesia. Sedangkan musenya, wanita Indonesia masa kini yang merupakan target market kita juga."
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya