3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Keluarga Sakinah (Foto: Shutterstock)
Dream - Mewujudkan keluarga sakinah tentu jadi cita-cita para muslim dan muslimah yang menikah. Hal ini membutuhkan bantuan banyak pihak.
Kabar baiknya, Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama baru saja membentuk pusat layanan keluarga sakinah.
Tujuan pembentukan pusat layanan ini senantiasa untuk menjadikan kehidupan berkeluarga menjadi lebih baik. Kepala Sub Unit Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Adib Mahrus mengatakan, pembentukan pusat layanan keluarga sakinah ini juga merupakan bentuk transformasi Kantor Urusan Agama (KUA).
" Kami mencoba menggulirkan program pusaka sakinah agar mentransformasi kegiatan formalistik KUA kepada orientasi kebutuhan masyarakat, mendampingi, memberi bimbingan, advokasi, mediasi, dan konsultasi," ujar Adib dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat 18 Januari 2019.
Ia berujar, dalam memberikan advokasi, bimbingan dan beberapa penjelasan kepada masyarakat terkait keluarga sakinah, penyuluh agama dan penghulu harus saling bersinergi sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Lebih lanjut, kata Arief, pusat layanan keluarga sakinah ini memiliki empat program utama. Yakni administrasi manajemen KUA (Aman), belajar rahasia nikah (Berkah), konseling mediasi, pendampingan dan advokasi (Kompak) dan layanan bersama ketahanan keluarga Republik Indonesia (Lestari).
" Keempat program tersebut merupakan unggulan dan setiap kabupaten/kota menunjuk satu piloting," ungkap Adib.
Ia berharap, fungsi KUA itu tidak hanya sebagai tempat untuk pencatat nikah saja. Menurutnya, penyuluhan pra dan pasca nikah menjadi tanggung jawab KUA untuk mewujudkan keluarga sakinah.
" Kita ingin layanan KUA harus bertransformasi ke arah perbaikan," kata dia.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini