Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ibu Hamil
Dream - Selama kehamilan banyak pasangan suami istri cenderung menghindari aktivitas bercinta karena takut terjadi masalah pada janin. Sebenarnya, tak perlu menghentikan rutinitas satu ini jika tak ada masalah saat kehamilan.
Justru bercinta saat hamil bisa mengurangi level stres ibu yang sering khawatir dengan kehamilan yang dijalaninya. Pada awal kehamilan, ibu memang cenderung kehilangan gairah. Hal ini lantaran fluktuasi hormon yang membuat mual dan sakit kepala sehingga ibu lebih memilih istirahat daripada bercinta.
Menurut dokter Aldika Akbar, SpOG(K), suami diharapkan bisa mengerti kondisi ini. Biasanya, saat usia kehamilan bertambah, maka gairah ibu akan kembali.
" Suami harus menyadari hal ini dan tidak memaksa, keintiman dengan pasangan tetap perlu dan dapat ditunjukkan dengan hal lain, seperti perhatian, sentuhan ringan, kecupan, pelukan, dukungan psikologis dan hal-hal kecil lainnya," ujar dokter Aldika, yang praktek di RSUD Dr. Soetomo.
Namun ia mengingatkan, aktivitas seksual bisa dilakukan jika tak ada keluhan pada ibu saat hamil. Pasalnya, ada beberapa kondisi di mana ibu sebaiknya tak melakukan aktivitas seksual saat hamil. Hal ini karena bisa berdampak buruk pada kehamilannya.
" Kapan hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan saat hamil? Jika kehamilannya berisiko tinggi," ungkap dr. Aldika
Kehamilan berisiko tinggi itu antara lain, ibu memiliki riwayat keguguran sebelumnya. Apalagi jika keguguran terjadi lebih dari sekali. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, untuk tahu kondisi ibu secara detail, apakah aman jika bercinta atau tidak.
Lalu, bercinta sebaiknya dihindari jika ada kontraksi dan pendarahan di usia awal kehamilan. Kehamilan berisiko tinggi juga termasuk kondisi keluarnya air ketuban dari kemaluan (ketuban pecah dini), posisi plasenta di bawah (placenta previa) dan kehamilan kembar atau lebih. Selengkapnya baca di sini.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?