Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Keajaiban kehidupan boleh dibilang terjadi pada, Dylan Askin. Bocah berusia 2 tahun asal Inggris ini memiliki penyakit langka. Hal itu membuatnya koma selama berhari-hari.
Demi bisa bertahan hidup, Dylan sangat bergantung pada alat bantu pernapasan. Jika alat tersebut dilepas, Dylan bakal meninggal dunia. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Setelah alat bantu dilepas, Dylan malah sadar dari koma.
" Aku bukanlah orang yang terlalu relijius, tapi aku berpikir itu adalah sebuah keajaiban," ucap Kerry Askin, ibu Dylan, bercerita tentang pengalaman anaknya tersadar dari koma.
Dylan yang kini berusia 4, didapuk menjadi model poster untuk CLIC Sargent, badan amal yang membantu keluarga dengan anak pengidap kanker. Hal itu dilakukan karena badan amal tersebut yang membantu keluarga Dylan ketika bocah itu sakit.
Dua tahun lalu nyawa Dylan nyaris melayang karena Langerhans cell histiocytosis (LCH), penyakit langka yang memengaruhi paru-paru. Dylan kemudian dilarikan ke rumah sakit di Hari Natal 2015 setelah kesulitan bernapas.
Ada kista di paru-paru
Dokter menemukan, ada kista yang menutupi paru-parunya dan bocah itu mengalami gagal fungsi paru. Dylan didiagnosis LCH, namun kondisinya semakin parah setelah dia terkena pneumonia.
Jumat 2016, orangtua Dylan bersiap mengucapkan selamat tinggal selamanya pada bocah itu. Kondisinya semakin memprihatinkan. Mereka diberi tahu bahwa kemungkinannya Dylan tak akan selamat.
Semua alat telah dijalankan maksimal dan tetap beroperasi. Semua anggota keluarga pun telah hadir untuk mengucapkan salam perpisahan, termasuk kakak Dylan.
Alat bantu dilepas
Keesokan harinya, dokter mulai mencopot alat bantu Dylan secara bertahap. Anehnya, detak jantung bocah itu malah menjadi normal.
" Kami lalu berkata, 'Setop, dia masih berjuang'. Lalu kadar oksigennya mulai meningkat dan dia mulai kembali sadar. Saat Paskah di Minggu, kondisinya sudah cukup stabil sehingga aku merasa bisa sedikit santai. Aku sangat percaya bahwa yang dialaminya adalah keajaiban Paskah," ungkap Kerry seperti dikutip dari New York Post.
Dylan diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap sebulan usai siuman. Dia pun telah menjalani kemoterapi hingga Juli 2017.
Sumber: Dyah Puspita Wisnuwardani/ Liputan6.com
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol