Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Shutterstock
Dream - Pada seribu hari pertama atau dikenal dengan masa emas anak, tubuh si kecil sedang membangun fondasi kehidupan dari segi kesehatan, pertumbuhan, hingga perkembangan saraf. Masa ini tidak akan terulang, orangtua harus mendukung dan memantau secara tepat agar perkembangan anak optimal.
" Seribu pertama kehidupan adalah periode yang sangtat penting, semua organ vital anak berkembang pesat. Karena periode ini sangat baik nutrisi dan makanan harus baik agar tumbuh kembang anak optimal," jelas dr. Ardi Santoso, Dokter Spesialis Anak pada acara Peran Umami dalam Mewaspadai Asupan Garam Berlebih untuk Hidup Lebih Sehat, Selasa 2 Agustus 2022.

Faktanya, 80 persen otak anak berkembang di 1000 tahun pertama anak ini, dan masa ini tidak dapat diulang. Jika asupan anak tidak optimal bahkan kurang maka anak akan gagal tumbuh atau kerap disebut stunting.
Biasanya anak yang mengalami stunting ditandai dengan tubuh pendek, penyakit berulang karena imunitas tubuh tidak baik, dan mengalami kesulitan dalam bidang akademik.

Memantau pertumbuhan anak secara rutin menjadi kewajiban semua orangtua. Hal ini untuk memastikan buah hati tumbuh normal sesuai usianya.
Dengan pemantauan yang tepat, Sahabat Dream dapat mengindikasi masalah yang terjadi pada si kecil sejak dini. Apalagi di 1000 hari pertama kehidupan anak, masa emas ini sangat berpengaruh hingga buah hati tumbuh dewasa nanti.
" Jangan sampai makannya tidak adekuat, jangan sampai juga berat badan turun, saat 1000 tahun pertama ini berat badan harus naik tidak boleh turun atau flat," tambah dr. Ardi.
Jika anak mengalami sulit makan, maka orangtua harus kreatif dalam menghadirkan menu. Tidak ada salahnya menambahkan rasa pada makanan anak agar nafsu makan tetap baik.
Namun bolehkah memberikan gula, garam dan MSG pada makanan anak?
Sebenarnya memberikan perasa pada makanan anak sah-sah saja. Namun takarannya harus disesuaikan jangan berlebihan. Untuk rasa gurih, faktanya kandungan natrium pada MSG lebih aman dibandingkan garam.
" MSG memiliki natrium yang lebih sedikit dibanding garam, jadi resiko hipertensinya lebih rendah," tambah dr. Ardi.
Monosium Glutamat atau MSG sering dikaitkan dengan kepintaran seorang anak. Padahal faktanya, jenis bumbu penyedap ini tidak berkaitan dengan penyebab kebodohan seorang anak.
" MSG ini bukan zat asing bagi tubuh karena sebenarnya diproduksi tubuh manusia sendiri," tambah dr. Ardi.
MSG adalah garam sodium dari asam glutamat dengan rasa umami yang secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia. MSG sebetulnya terkandung dalam makanan seperti tomat, keju, rumput laut bahkan ASI atau Air Susu Ibu.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A