Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Anak Menyusu (Foto: Shutterstock)
Dream - Angka pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia ternyata masih rendah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek. Ia menjelaskan kalau jumlahnya baru mencapai 51 persen.
Padahal, tak dapat dipungkiri bahwa ASI merupakan asupan terbaik bagi anak. Bahkan, ASI terbukti mampu memperkuat mental anak.
" Masa krusial anak itu 1.000 hari kehidupan. Harus terus mendapat ASI hingga berusia 2 tahun. Sebuah penelitian menyebutkan, anak yang menerima ASI mentalnya jauh lebih kuat dibanding yang tidak kena ASI," tutur Nila di Jakarta, Kamis 10 Desember 2019.
Selain ASI, Nila menambahkan faktor pola asuh orangtua juga sangat berperan dalam membentuk mental anak. Stimulasi dari rasa kasih sayang dapat membuat anak memiliki jiwa yang sehat dan tak rentan terhadap masalah psikologis.
Sebaliknya, anak yang terpapar oleh tindak kekerasan dapat berisiko tinggi memiliki masalah psikologis. Hal ini dapat memicu ketidakstabilan emosi yang berdampak pada kejiwaan di masa depan.
" Sampai saat ini masalah kesehatan jiwa di Indonesia memang belum banyak yang mencapai level akut seperti skizofrenia. Sebagian besar berupa depresi, stres dan frustasi namun hal inilah yang harus di atasi," ujarnya.
Nila menegaskan, pernikahan usia dini juga menjadi salah satu penyebab masalah kejiwaan. Mental yang belum kuat biasanya berakhir dengan perceraian yang memicu stres.
" Kita menginginkan anak-anak kita menjadi generasi cerdas. Selain penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), komunikasi ibu dan anak harus berjalan dengan baik," ungkap Nila.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam