Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Ippe, Andien, Dan Kawa
Dream - Setelah melahirkan anak pertamanya, Anaku Askara Biru, Andien kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sang putra yang dipanggilnya Kawa, masih terus menyusu. Pada awal proses menyusui Kawa Andien merasa tak ada masalah.
Hingga beberapa hari lalu, ketika Kawa berusia 1 bulan, Andien mengalami sakit luar biasa di payudaranya hingga memar. Ia bahkan merasa demam, sakit kepala, dan sakit di seluruh badan.
" Menyusui rasanya menjadi sakit sekali seperti disilet. Saya tidak bisa bangun dari tempat tidur sama sekali. Sempat terlintas di pikiran saya mungkin Kawa seharian itu lebih baik minum ASI dari cup feeder, karena saya merasa tidak sanggup," tulis Andien di akun Instagramnya, 12 Januari 2017, kemarin.
Andien pun menghubungi konsultan laktasinya untuk mencari solusi. Ternyata pelantung " Gemintang" ini mengalami penyumbatan saluran ASI. Sang putra sedang sangat banyak menyusu (growth spurt) dan produksi ASInya meningkat pesat.
" Mba Nia (konsultan laktasi) lalu meminta saya membantu membuka sumbatan dengan breast massage, dikompres air hangat, dikompres kol dingin dan ternyata harus dibuat menyusu lebih sering karena isapan bayi yang melancarkan sumbatan," tulis Andien.
Dua hari kemudian, demam dan keluhan yang dialami Andien berangsur menghilang. Ia pun kembali nyaman menyusui Kawa. Andien bersyukur dikeliling orang-orang yang mendukungnya menyusui dan tidak membuatnya panik atau stres.
" Alhamdulillah saya memiliki orang yang tepat untuk diajak bicara mengenai ini. Karena di banyak kasus, banyak yang menyerah memberikan ASI saat terjadi engorgement ini. Percayalah, ini adalah hal yang sangat natural terjadi pada perempuan. Jalan keluarnya hanya satu, terus saja menyusui," pesan Andien.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest