Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Arab Saudi siap mengeluarkan visa turis dan memperpanjang paket umrah. Hal itu diyakini akan meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata, menurut pejabat yang terkait dengan program tersebut.
Inisiatif ini diawali oleh Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Peninggalan Nasional (SCTNH), Pangeran Sultan Bin Salman yang kemudian akan bekerjasama dengan pihak swasta.
Khalid Tahir, Direktur Saudi Arabia Muslims' Destination Initiative mengatakan, tujuan kebijakan ini adalah untuk melayani jamaah umrah dan wisatawan yang sesuai Visi 2030 ditargetkan meningkat jumlahnya.
Dengan ini juga diharapkan kontribusi pihak swasta terhadap pariwisata pun meningkat. Mereka akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur publik yang bakal jadi sorotan dan warisan bersejarah dari Kerajaan.
Mohammad A. Al-Amri, General Manager SCTNH di wilayah Mekkah, mengatakan bahwa pada tahap pertama pengunjung dari 65 negara bisa mendapatkan visa turis melalui paket agen perjalanan.
Inisiatif ini menargetkan empat kategori wisatawan, yakni jamaah umrah dan wisatawan, wisatawan bisnis muslim, tamu pemerintah dan wisatawan transit muslim.
Saat ini komisi tersebut telah memilih 13 lokasi bersejarah dan 10 museum. Sementara itu, sekitar 3.000 orang dari 6,7 juta jamaah telah memperpanjang masa tinggal mereka di Arab Saudi pada 2017.
Jumlah ini diperkirakan meningkat tahun ini karena perusahaan pariwisata dan umrah akan terdaftar di sistem tersebut. Dengan cara ini para jamaah akan bisa merencanakan kunjungan mereka saat masih berada di negara asalnya.
(Sumber: saudigazette.com.sa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya