Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
(shutterstock.com)
Dream - Banyak orang bergidik ngeri ketika mengalami kenaikan berat badan. Sebaliknya, tubuh kurus selalu menjadi idaman banyak orang. Tak sedikit yang menempuh cara agar kurus.
Namun nyatanya, memiliki tubuh kurus tak selalu menyenangkan. Kurus dapat menjadi persoalan jika dikategorikan sebagai malnutrisi. Belum lagi dengan penyakit yang mengintai.
Indeks Massa Tubuh (BMI) ideal berada di rentang 18,5 kg/m2 - 23 kg/m2. Di bawah itu, seseorang dikatakan mengalami malnutrisi. BMI dapat diukur dengan cara membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (m).
" Kurus bisa jadi tanda penyakit. Bisa saja karena dia malnutrisi atau adanya intoleransi makanan. Jadi ada makanan tertentu yang tidak cocok sehingga menyebabkan diare dan penurunan berat badan," tutur Nanang Soebijanto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes RSPI di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.
© Dream
Kekurangan berat badan juga dapat disebabkan oleh kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif. Kondisi ini disebut dengan hypertiroid yang menyebabkan produksi hormon tiroksin berlebih.
Akibatnya, metabolisme tubuh terganggu dan pasien mengalami penurunan berat badan.

" Orang kurus juga berisiko mengalami diabetes. Justru salah satu gejala tak terduga dari diabetes adalah penurunan berat badan," ujarnya.
Meski begitu, kelebihan berat badan atau obesitas juga tidak baik. Obesitas dapat memicu penyakit hipertensi, kolestrol, diabetes dan gangguan vaskular lainnya.
Pastikan untuk selau menjaga pola makan sehat. Tidak diperkenankan untuk melebihi batas Gula, Garam dan Lemak (GGL) yang sudah ditetapkan. Jangan lupa berolahraga agar badan tetap bugar, Sahabat Dream. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?