Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Gemar Bermain Ponsel (Foto: Shutterstock)
Dream - Istilah blue light tengah ramai diperbincangkan. Sinar ini didapat dari pancaran alat elektronik seperti layar ponsel dan laptop.
Sinar ini merupakan bagian dari cahaya yang dapat kita lihat sehari-hari dan memancarkan energi tinggi dengan gelombang cahaya pendek. Berbeda dari sinar ultraviolet yang tidak dapat terlihat.
Blue light bisa memicu berbagai penyakit mata seperti aatigmatisma, katarak dan glaukoma. Selain masalah kesehatan, blue light juga disebut berdampak buruk bagi kecantikan.
Beberapa pakar kecantikan menyebut blue light sebagai dalang penuaan dini. Sinar tersebut akan mempercepat timbulnya keriput, garis halus, kulit mengendur dan kusam.

" Melanocytes adalah sel yang mampu memproduksi pigmen kulit di lapisan epidermis dan dapat 'melihat' blue light. Terlalu banyak terpapar blue light menyebabkan tubuh memproduksi banyak melanin yang memicu hiperpigmentasi," papar dr. Katherime Armour, Founder Bespoke Skin Technology.
Hiperpigmentasi akut atau Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) dapat berujung pada masalah kulit seperti jerawat, melasma dan eczema.
Paparan blue light dari alat elektronik sebenarnya tidak terlalu signifikan. Malahan, jumlahnya terbilang amat kecil.
" Blue light setidaknya membutuhkan paparan 150 jam non stop sebelum dapat memberikan efek pada kulit wajah," jelasnya.

Sahabat Dream dapat meminimalisir penggunaan alat elektronik dengan beristirahat sejenak di sela-sela jam kerja. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan produk skincare dan kosmetik anti sinar biru.
Beberapa brand telah meluncurkan inovasi formula penangkal sinar blue light sekaligus UVA dan UVB. Beberapa produk juga merancang formula anti polusi yang dapat mencegah radikal bebas.
" Produk kecantikan yang mengandung banyak antioksidan seperti niacinamide dan ascorbic acid dapat melawan pigmentasi berlebih pada kulit. Sedangkan iron oxide berperan penting dalam menangkal sinar blue light," ujarnya.

Selain itu, Sahabat Dream juga bisa mengonsumsi teh secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan kandungan antioksidan yang melimpah. (ism, sumber: Beauty Crew)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

