Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Baiae (Foto: Roberto Serani/Pasquale Vassallo)
Dream - Di sebelah barat Teluk Napoli yang berada di kota Romawi kuno Baiae terdapat resor yang sangat terkenal. Dibangun di tepian pantai yang memiliki pemandangan indah dan dilengkapi dengan fasilitas terapi air.
Resor ini dikenal sebagai tempat untuk berpesta dengan suasana pantai, anggur dan para perempuan mudanya. Bahkan, di sana ada sebuah peraturan yang menyatakan jika perempuan yang belum menikah adalah milik umum.
Hedonisme yang tercipta di sana, membuat image Baiae seperti Las Vegas. Seorang sarjana Romawi kuno, Marcus Terentius Varro sampai menggambarkannya sebagai sarang hawa nafsu dan pusaran mewah.
Namun kini, sebagian besar Baiae terletak di bawah air. Aktivitas gunung berapi bawah tanah membawa air ke permukaan dan membawa kejatuhan Baiae dari kebiasaan berpesta pora.
Seluruh tanah amblas lebih dari enam meter. Lalu peristiwa ini dikenal sebagai bradyseism yaitu pengosongan dapur magma yang terletak di bagian dasar. Bencana ini terjadi selama abad ke-16, tapi saat benar-benar tenggelam, Baiae hanya meninggalkan bekas-bekas kemegahan saja.
Pada awalnya, kawasan Baiae hanya dibangun di semenanjung sebagai pelabuhan. Kemudian berubah menjadi resor mewah pada awal kekaisaran Romawi. Baiae menjadi tempat liburan favorit para aristrokat Romawi seperti Julius Caesar, Nero, Caligula, Augustus, Pompeius, Marcus Antonius, Septimus Severus dan masih banyak lainnya.
Salah satu sejarah juga mencatat jika Cleopatra pernah tinggal di Baiae pada saat kematian Julius Caesar di abad 44 sebelum masehi.
Kejayaan Baiae berakhir, setelah invansi oleh pemimpin Muslim berhasil mengalahkan mereka pada abad ke-8. Dan, pada abad ke-16 berakhir dengan lenyap di bawah Laut Tyrrhenian.
Sekarang, wisatawan dapat menyelam ke bawah pelabuhan untuk melihat bukti reruntuhan. Di sana, kamu dapat melihat jalan beraspal yang diapit dengan bangunan, villa yang megah, puluhan patung marmer dan kompleks pemandian.
Sebagian besar dinding bangunan telah runtuh. Tapi beberapa dari ruangan, masih memiliki lantai mosaik yang utuh. Sebagian besar ditutupi oleh rumput laut. Kini Baiae ditetapkan sebagai taman arkeologi bawah air.
(Sumber: Amusingplanet)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi