Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Dream - Peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) bakal terjadi di Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016. Diprediksi fenomena GMT akan melewati 12 provinsi di Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah mengeluarkan prediksi cuaca di beberapa kota besar yang akan mengalami kegelapan sempurna akibat dilintasi gerhana, antara lain Bengkulu, Palembang, Tanjung Pandang, Pangkalan Bun, Palangkaraya, Balikpapan. Palu dan Ternate.
Dikutip dari situs Kementerian Pariwisata, Indonesia.travel, Provinsi Bengkulu yang dalam hal ini diwakili oleh Mukomuko sebagai jalur utama GMT akan tertutup oleh awan sebanyak 75 persen.
Palu dan Palangkaraya juga diramalkan berawan dengan keadaan langit tertutup awan masing-masing sebesar 75 persen dan 65 persen.
Sementara itu, Palembang dan Pangkalan Bun diinformasikan 50:50 dengan keadaan langit tertutup awan sebesar 50 persen. Cuaca yang lebih baik terdapat di Tanjung Pandan dan Ternate dengan perkiraan langit tertutup awan sebesar 40 persen.
BMKG juga menyebutkan bahwa kota dengan cuaca terbaik untuk melihat GMT adalah Balikpapan. Ibukota Provinsi Kalimantan Timur ini diramalkan sangat cerah dengan keadaan langit tertutup awan hanya sekitar 15 persen.
Melalui website resminya, bmkg.go.id, BMKG juga merilis prakiraan curah hujan di seluruh wilayah yang disinggahi GMT.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Mukomuko (Bengkulu) memiliki peluang curah hujan yang tinggi yaitu 150-200 mm. Pulau Halmahera (Maluku Utara) dan Palu (Sulawesi Tengah) diramalkan berpeluang memiliki curah hujan menengah menuju tinggi yaitu 100-150 mm. Sementara Amuntai dan Barabai (Kalimantan Selatan), Sampit, Palangkaraya dan Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah) serta Sarolangun (Jambi) diperkirakan memiliki peluang curah hujan menengah yaitu 75-100 mm.
Wilayah yang dilalui kegelapan sempurna namun memiliki prakiraan curah hujan terendah adalah Luwuk, Balikpapan dan seluruh area Provinsi Bangka Belitung. Peluang curah hujannya termasuk menengah menuju rendah yaitu sekitar 50-75 mm.
Perlu diingat kembali, peristiwa GMT akan terjadi di pagi hari. Setiap wilayah akan mengalami waktu yang berbeda-beda. Di wilayah Indonesia Barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB di wilayah Palembang dan mencapai puncaknya pukul 07.21; Tanjung Pandan dimulai pukul 06.21 dan mencapai puncaknya 07.23 WIB; sedangkan wilayah Palangkaraya mulai pukul 06.23 dan mencapai puncaknya 07.30 WIB; wilayah Bengkulu (Muko-Muko), gerhana akan mencapai puncaknya pukul 07.19 WIB.
Sementara untuk wilayah tengah, yaitu Palu mulai gerhana pukul 07.27 WITA dan mencapai puncaknya pukul 08.38 WITA. Hal ini berbeda dengan bagian Indonesia Timur, yaitu Ternate, gerhana mulai pukul 08.36 WIT dan mencapai puncaknya 09.52 WIT.
Bagi masyarakat yang tak bisa hadir di lokasi GMT, tak perlu khawatir. Anda dapat menyaksikan langsung gerhana melalui live streaming. Informasi lengkapnya dapat dilihat di http://www.bmkg.go.id/.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya