5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Meminta anak balita duduk diam dalam kelas selama 15 menit bisa dibilang jadi pekerjaan paling sulit di dunia. Mereka cenderung duduk hanya saat kelelahan atau diam saat tertidur.
Aktifnya para balita seringkali membuat kewalahan yang menjaganya. Tapi dengan sikap yang aktif tersebut, balita ternyata lebih bisa menyerap pelajaran dibandingkan saat mereka duduk manis di kursi. Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan tim dari Coventry University, Inggris.
Penelitian dilakukan dengan melihat kemampuan anak setelah dibacakan dongeng The Gruffalo, cerita tentang beruang yang suka bermain di hutan. Sebanyak 74 anak dari 3 sekolah pre-school terlibat dalam penelitian ini.
Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, yang hanya dibacakan dongeng sambil duduk tanpa ada aktivitas fisik. Kelompok kedua dibacakan dongeng dengan sambil melakukan sedikit aktivitas fisik. Sementara kelompok kedua dibacakan dongen sambil bergerak dan bersuara mengikuti binatang-binatang dalam cerita. Aktivitas dilakukan selama 2 kali seminggu selama 6 minggu, durasinya antara 20 hingga 30 menit.
" Kami tidak tahu apa hasilnya jika kami mengintegrasikan dongeng dan gerakan secara bersamaan, tetapi ternyata sangat mengejutkan," ujar Michael Duncan, Profesor Applied Sport and Exercise Science di Coventry University, yang juga kepala penelitian seperti dikutip dari Fatherly.
Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok ketiga yang dibacakan dongeng sambil melompat, berlari, melempar, berjalan, berseluncur serta mengikuti gerakan dan suara binatang hutan, sekor kemampuan motorik dan bahasanya lebih tinggi yaitu 10. Sementara skor pada anak-anak di kelompok keduanya hanya 6 dan di kelompok pertama hanya 3,4.
" Efek gerakan fisik sangat signifikan terhadap skor kemampuan motorik dan bahasa. Kombinasi keduanya ternyata saling bersinergi dan saling melengkapi. Hal ini bisa terjadi kemungkinan besar karena aktivitas fisik meningkatkan distribusi oksigen di lobus frontal otak, yang membantu meningkatkan kemampuan kognitif," ujar Duncan.
Jadi jika balita di rumah sedang dibacakan dongeng atau diajarkan kata-kata baru, bahasa asing atau doa-doa harian, jangan langsung menyuruhnya duduk diam. Gerakan fisik tersebut membantu anak menyerap secara maksimal apa yang sedang diajar oleh orang-orang di sekelilingnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
