Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Bayi Baru Lahir Sebaiknya Langsung Divaksin Hepatitis B

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 29 September 2017 16:06
Bayi Baru Lahir Sebaiknya Langsung Divaksin Hepatitis B
Vaksin bisa diberikan jika kondisi bayi stabil atau beratnya sekitar 2,08 kg.

Dream - Penyakit Hepatitis B sampai saat masih jadi salah satu penyakit menular mematikan. Disebabkan virus yang membuat organ hati mengalami jaringan parut (sirosis), kanker hati hingga gagal hati.

Kabar baiknya, paparan virus hepatitis B ini bisa dicegah dengan vaksinasi sesegera mungkin. Yaitu dalam waktu 24 jam, setelah bayi dilahirkan. American Academy of Pediatrics (AAP)
mengeluarkan pernyataan yang merekomendasikan bayi baru lahir mendapatkan 3 hingga 4 dosis vaksin hepatitis B 24 jam setelah persalinan.

Vaksin bisa diberikan jika kondisi bayi stabil atau beratnya sekitar 2,08 kg. Dalam kebijakan sebelumnya, vaksin hepatitis B direkomendasikan diberikan ketika kunjungan pertama, yaitu
dua minggu setelah persalinan.

Dari laporan yang dikeluarkan AAP pemberian vaksin segera setelah bayi lahir dapat meningkatkan kemampuan proteksi jadi lebih maksimal. Perubahan kecil ini, menurut paparan dalam laporan tersebut bisa menyelamatkan nyawa bayi.

" Saat bayi terinfeksi untuk pertama kalinya dalam masa prenatal, maka risiko mengalami komplikasi berat akibat hepatitis B sangat tinggi. Pulang ke rumah dan bayi bisa mendapat paparan virus dari siapapun, vaksin untuk mencegah hal tersebut," ungkap Elizabeth Barnett, anggota dari AAP Committee on Infectious Disease.

Risiko penularan hepatitis B yang paling besar pada bayi yaitu melalui ibunya. Jika ibu ternyata punya penyakit hepatitis maka proses persalinan membuat bayi berisiko besar tertular
penyakit tersebut. Untuk itu direkomendasikan bagi bayi yang baru lahir diberikan imunisasi pasif maupun aktif untuk mencegah tertularnya si bayi oleh virus hepatitis B.

Imunisasi pasif sendiri yaitu memberi antibodi jadi (siap pakai) untuk memberikan imunitas secara langsung terhadap virus hepatitis B tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut
untuk kekebalan tubuhnya.

Sementara, imunisasi aktif adalah pemberian vaksinasi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya secara aktif dapat membentuk sendiri antibodi
terhadap virus hepatitis B.

Sumber: Todays Parent

Beri Komentar