BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bayi Seringkali Memainkan Air Liur (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi usia 3 hingga 6 bulan seringkali memainkan air liurnya. Bahkan pada beberapa bayi air liurnya sangat banyak dan selalu membasahi dagu dan pipi atau sering disebut 'ngeces'.
Proses 'ngeces' ini, menurut dr. Otty Mitha Sevianti, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah keluarnya ludah dari mulut tanpa disadari.
" Air ludah sendiri merupakan hasil produksi dari kelenjar ludah. Manusia memiliki 6 kelenjar ludah yang berlokasi di dasar mulut, pipi bagian dalam dan dekat gigi bagian depan," tulis dr
Otty, seperti dikutip dari IDAI.or.id.
Air liur yang berlebihan ternyata merupakan hal normal yang dialami bayi hingga anak berusia 2 tahun. Setalah usia 2 tahun, kemampuan bayi dalam proses menelan dan kontrol terhadap
pengeluaran air ludah ini akan menjadi sempurna seiring bertambahnya usia.
" Ngeces dapat juga merupakan gejala dari beberapa kondisi seperti keterlambatan perkembangan dan konsumsi obat-obatan tertentu yang berlebihan, contohnya obat psikosis," ungkap dr Otty.
Air liur yang keluar cukup banyak biasanya saat bayi sedang dalam tahapan pertumbuhan gigi, tapi hal itu merupakan hal normal. Ada juga kondisi medis tertentu seperti kelemahan /
kelumpuhan otot-otot wajah sehingga kontrol terhadap pengeluaran air liur terganggu seperti misalnya pada penderita palsi serebral.
Refluks asam lambung juga dapat menyebabkan anak mengeluarkan air liur secara berlebihan. Lalu kapan ngeces dianggap berbahaya?
" Yaitu bila produksinya terlalu berlebih serta mengganggu pola napas dan aktivitas sehari-hari. Produksi air liur yang berlebih dan ketidakmampuan bayi untuk mengontrolnya berisiko
menimbulkan tersedak dan pneumonia aspirasi (radang paru karena tersedak)," ungkap dr Otty.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Sumber: IDAI.or.id
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan