Kalau Mengganti Oli, Jangan Lupa Untuk Mengganti Saringannya, Ya. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Salah satu komponen kendaraan yang juga memerlukan perhatian adalah saringan oli. Komponen ini tak boleh dipandang sebelah mata.
Fungsinya tak kalah penting dari komponen kendaraan lainnya. Tentu saja filter ini berfungsi untuk menyaring kotoran yang akan masuk ke bagian mesin kendaraan. Karena fungsinya penting, pemilik kendaraan bermotor wajib sering mengganti penyaring oli.
Menyemprotkan angin dan membersihkannya dengan kain lap bukanlah solusi terbaik untuk filter oli. Penggunaan yang filter berkali-kali dan tak pernah diganti, akan merugikan pengendara. Penyaring ini akan terus menampung kotoran dan oli bekas.
“ Tak hanya oli kotor, tapi juga menyebabkan fungsi filter oli menjadi semakin tak optimal,” kata Technical Service PT Denso Sales Indonesia, Joko Pratikno, di Jakarta, dikutip dari Otosia, Kamis 27 September 2018.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mengganti penyaring oli?
Ada asumsi filter oli diganti setiap 10 ribu kilometer (km) atau setiap dua kali mengganti oli mesin. Anggapan ini benar dan baik.
Menurut Joko, penggantian filter ini sebaiknya dilakukan bersamaan saat mengganti oli mesin. Jika mengganti oli mesin dan tidak mengganti saringannya, sisa oli yang mengendap di filter oli tidak terbuang.
Dia mengatakan ada sekitar seperempat atau seperlima oli yang mengendap di filter oli. Akibatnya, oli baru akan bercampur dengan oli lama yang mengendap di saringan, lalu masuk ke mesin.
Oli yang dalam kondisi tak baik, akan mengurangi kinerja oli di mesin. Alhasil, fungsi oli sebagai pelindung, pembersih, dan pendingin mesin tak bisa berfungsi secara maksimal.
Joko mengatakan tak sedikit pemilik kendaraan yang tertipu ketika membeli filter oli palsu. Filter oli palsu ini tak memberikan dampak positif terhadap penggunaan kendaraan. Sebab, daya serap kotorannya tidak sebaik filter yang asli.
Contohnya, filter oli palsu memiliki lubang pelindung yang kecil dan jarak antar lubangnya semakin rapat. Ini membuat daya serap filter menjadi renggang dan lebar. Akibatnya, kotoran tidak tersaring secara maksimal.
Filter oli asli berbeda dengan yang palsu. Yang asli ini justru jarak antar lubang lebih rapat.
“ Dengan diameter kecil, memungkinkan filter oli yang menyaring kotoran luar dari luar, lebih efektif dibanding dengan yang palsu, sehingga meminimalisir kotornya ruang bakar,” kata dia. (ism)