Begini Cara Orang Tua Bikin Anak Mencintai Matematika

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 5 Oktober 2016 12:01
Begini Cara Orang Tua Bikin Anak Mencintai Matematika
Setiap anak berbeda maka cara memberikan pendidikan anak akan berbeda.

Dream - Kebanyakan orang tua tidak tahu bagaimana mengajarkan anak agar mencintai pelajaran matematika. Justru mereka kerap memaksa anak untuk belajar matematika. Alhasil anak pun jadi tidak menyukai pelajaran matematika.

Prof Dr. Ret. Nat Widodo, guru besar matematika dari Universitas Gajah Mada menilai orang tua mempunyai peran penting agar anak suka dengan pelajaran matematika. Hal ini bisa dimulai dengan menghadirkan suasana menyenangkan di lingkungan rumah.

" Pendikan tidak hanya diserahkan ke guru. Tetapi orang tua dan lingkungan," ucap Widodo ditemui di acara Casio For Education di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 4 Oktober 2016.

Namun Widodo mengingatkan jika setiap anak-beda. Menjadi tugas orangtua untuk mencari tipe pendidikan anak yang cocok diberikan kepada anaknya. Ia mencontohkan metode permainan cocok bagi anak yang menginjak sekolah dasar.

" Misalnya gini, anak itu sangat membenci matematika, tidak suka matematika, maka matematika itu harus diajarkan dengan permainan. Ini untuk anak SD (Sekolah Dasar)," ucapnya.

" Permainan anak SD menggunakan dakon atau conglak. Itu kan sebeneranya konsep pembagian. Dakon itu lubangnya lima nah klo dibagi rata kan dua dua. Bilang ke anak sepuluh bagi dua itu lima. Dengan menggunakan permainan itu anak itu akan tertarik, " imbuhnya.

Lebih jauh, Widodo menjelaskan jika ada dua poin penting bagi orang tua dalam mengajarkan matematika kepada anaknya. Poin pertama orang tua harus bisa berkomunikasi dengan guru anak. Dan kedua memberikan bacaan yang menunjang.

" Di Indonesia ini memang anak susah. Kebanyakan yang ada di SD Itu, kalau di Islam yang sangat memperhatikan sekali. Itu yang dilakukan dan jarang digarap, " tuturnya.

Tak berhenti disitu, paling penting menurut Widodo sebaiknya orang tua tidak boleh memaksa anak untuk terus belajar matematika dan menuntutnya agar bisa. Hal itu akan membuat fatal dan anak akan mengalami trauma.

" Kemudian si anak jangan dipaksa karena kemampuan matematika itu paling satu jam. Lebih dari satu jam harus berhenti. Kalau dipaksakan anak akan menolak dan bisa trauma, " ungkap Widodo.(Sah) 

Beri Komentar