Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paket Makanan Cepat Saji (metro.co.uk)
Dream - Meski sudah banyak peringatan, masyarakat masih menjadikan makanan cepat saji sebagai menu andalan saat terhimpit waktu. Pemilik restoran pun makin kreatif menawarkan promosi atau hadiah khususnya untuk pelanggan cilik.
Salah satunya adalah dengan membuat paket khusus anak-anak yang disisipi dengan hadiah-hadiah lucu.
Namun mulai saat ini, Anda mungkin akan berpikir untuk mengurangi santapan makanan cepat saji.
Seorang ibu rumah tangga membuat eksperimen kecil-kecilan dengan menyimpan makanan paket anak-anak selama enam tahun. Hasilnya cukup mengejutkan.
Jennifer Lovdahl, dari Alaska, AS diketahui sengaja menyimpan makanan untuk mengetahui kadar kandungan bahan kimiawi dalam masakan restoran cepat saji. Tentu saja, teorinya ini berhasil.
Setelah sengaja disimpan enam tahun, makanan cepat saji itu masih sama seperti saat pertama membeli.
" Makanan ini sudah lama disimpan di kantor dan sama sekali tak busuk, tetap berbentuk sama, dan tak terurai sama sekali. Hanya bau dari karton saja," ujar Lovdahl dikutip dari laman metro.co.uk, Rabu, 10 februari 2016.
Lovdahl menambahkan, dirinya sengaja membuat eksperimen kecil ini untuk menunjukkan kepada orangtua betapa tak sehatnya makanan ini. " Khususnya buat anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang," ujarnya.
Lovdahl menuding banyak kandungan kimia dalam makanan ini. " Pilih makanan segar! Apel, pisang, wortel...itu adalah makanan cepat saji yang sesungguhnya."
Dengan hasil eksperimennya ini, Lovdahl tampaknya akan berhenti membeli paket menu anak-anak untuk sementara waktu. Anda mau coba? (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya