Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Sumber: Http://www.amusingplanet.com/)
Dream - Tak seperti di negara-negara lain, para petani di Jepang punya cara unik untuk mengolah sawah mereka. Khususnya para petani di desa Inakadate.
Sejak tahun 1993, petani dari desa Inakadate, Prefektur Aomori, Jepang telah berhasil menciptakan desain sawah yang rumit dengan mencampurkan berbagai jenis padi untuk menghasilkan karya bernilai seni tinggi.
Setiap tahunnya, para petani menanam padi dengan warna-warna berbeda untuk menciptakan karya seni baru. Karya ini akan mereka pertahankan sepanjang musim tanam hingga saat panen tiba.
Selama bertahun-tahun mereka telah mampu menciptakan bentuk-bentuk indah seperti Mona Lisa dan gambar dari tokoh-tokoh sejarah seperti Napoleon. Adapula gambar tokoh terkenal seperti Marilyn Monroe, serta ikon-ikon tradisional Jepang.
Pemerintah setempat telah mendirikan tempat khusus di ketinggian agar pengunjung dapat menyaksikan karya-karya seni ini secara jelas dari atas.
Ratusan ribu wisatawan dari seluruh Jepang dan mancanegara pun berbondong-bondong ingin menyaksikan keindahan sawah Inakadate.
Keberadaan sawah-sawah unik di Inakadate membawa kemajuan pada sektor pariwisata desa tersebut. Tak ada yang mengira jika 20 tahun yang lalu desa ini pernah hampir mati karena penyusutan populasi dan penurunan pendapatan dari sektor pertanian.
Dahulu desa ini hanya dikenal sebagai salah satu desa tertua di Jepang Utara. Namun kini, desa tersebut sangat tenar lantaran sawah-sawah unik yang diciptakan para petaninya.
Banyaknya wisatawan yang datang pun turut meningkatkan pendapatan masyarakat. Kini Inakadate menjadi kian maju.
Untuk menciptakan karya-karya seni ini para petani pun tak sembarang membuat. Diperlukan perencanaan matang dan proses yang panjang. Mereka pertama kali merancang menggunakan komputer untuk mencaritahu bagaimana menanam padi dengan metode unik itu.
Kemudian, dengan dibantu ratusan relawan, para petani menanam padi-padi hasil rekayasa genetik untuk menghasilkan beragam warna, mulai dari merah, kuning, putih, yang dicampur dengan berbagai dedaunan hijau untuk menghasilkan desain yang rumit.
Desain yang diciptakan pun terus berubah setiap tahun seiring bertambahnya tingkat keterampilan mereka. Tradisi unik Inakadate ini kini mulai menginspirasi desa-desa lainnya di Jepang. Sekarang banyak desa lain yang sudah mulai menciptakan seni padi mereka sendiri meski belum mampu serumit Inakadate.



(Sumber/Foto: Amusingplanet.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya