Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Suasana Kelas Math Monkey
Dream - Ada anak-anak yang langsung cemberut saat harus berhadapan dengan pelajaran matematika. Pelajaran berhitung seakan 'musuh' bagi mereka. Hal ini mungkin karena anak belajar matematika dalam suasana yang serius atau menegangkan saat di sekolah.
Hal itu juga dialami oleh anak-anak dari enam orang ibu yaitu Ratih Danisworo, Zavnura Pingkan, Ranti Danisworo, Handayani Lim, Fenty Gozali, dan Cially Tan. Mereka pun mencoba mencari metode seru dan menarik bagi anak-anak untuk belajar matematika.
Pencarian mereka lalu tertuju pada metode Math Monkey, yang dikembangkan pertama kalinya di Amerika Serikat oleh Ms Kirsten Fisch, pada 2006. Metode Math Monkey ini cukup unik, yaitu mengenalkan anak-anak usia dini dengan matematika dengan menggunakan permainan.
" Karena setiap kali ditanya suka belajar atau bermain, pasti semua anak-anak jawab lebih suka bermain. Maka dari itu kami menggunakan kurikulum berbasis permainan. Anak-anak akan bermain permainan yang mampu merangsang minatnya terhadap pelajaran matematika," ujar Cially Tan, Central Manager Math Monkey di Kemang, 23 Febuari 2017.
Menurut Cially Tan, Math Monkey mengkombinasikan kurikulum tersebut dengan metode pembelajaran Vedic Math. Metode ini mengajarkan anak-anak untuk menyelesaikan soal matematika secara cepat dan tepat tanpa bantuan alat hitung.
Salah satu contohnya adalah " Magic Eleven" , perkalian angka 11 dengan menambahkan angka 0 di awal dan di akhir kemudian menambahkan setiap angka yang ada. Atau ada lagi, untuk anak-anak usia 3 tahun belajar pertambahan dengan cara " Touch The Spot" .
Caranya, setiap angka memiliki titik sesuai dengan bilangannya. Lalu, anak bisa dengan mudah menghitung dengan cara mengingat titik-titik tersebut. Dalam pengajarannya, digunakan bahasa Inggris.
Namun tidak menutup kemungkinan untuk anak-anak yang berbahasa pengantar bahasa Indonesia untuk tidak belajar di sini. Setiap kelasnya terdiri dari 3-4 orang tergantung tingkatannya. Tertarik untuk mencoba trial class dengan mengajak si kecil?
Math Monkey ini sudah memiliki beberapa cabang. Antara lain di Jalan Pluit Samudra No. 9, Jakarta Utara dan ada juga di Jalan Kemang Raya No.6A, Jakarta Selatan.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari